Berita Kapuas

Sebut Stunting Turun, Dinkes Kapuas Bertekad Terus Galakkan Program Ketupat Kuning

Dinkes Kapuas bertekad untuk tetap gencar melaksanakan program Ketupat kuning guna menurunkan stunting

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/fadly setia rahman
Kadinkes Kapuas saat acara lomba balita sehat 2019 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Stunting atau kekerdilan pada bayi di bawah lima tahun (balita) akibat gizi buruk hingga kini masih menjadi perhatian.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menggelar Rapat Koordinasi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kapuas tahun 2020.

Meski ada klaim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bahwa jumlah anak dengan stunting cenderung mengalami penurunan.

Dimana dari data stunting Dinkes Kapuas melalui aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau e-PPGM di wilayah Kabupaten Kapuas terdapat 22.990 balita dan yang sudah diukur berat badan dan tinggi badan sebanyak 18.089 balita.

Bangun Rumah Dinas Bupati Ratusan Miliar, Anggota Dewan Minta Pemkab Kotim Serius Tangani Stunting

Beratnya Kurang dari 20 Kg, Begini Kakak Beradik Penderita Gizi Buruk di PPU

Bayi 8 Bulan Derita Gizi Buruk, Pagi-pagi Wagub Kaltara Langsung Sambangi RSUD

"Kisarannya 78,7 persen dari jumlah total balita itu yang sudah diukur. Hasilnya ada 2.480 jumlah stunting yang artinya secara persentase jumlah stunting 13,7 persen," kata Kadinkes Kapuas, Apendi, Rabu (8/7/2020).

Dibeberkannya bahwa data tersebut riil dari puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas.

"Melihat pada data itu artinya angka stunting di Kapuas turun dari sebelumnya 45 persen pada 2013, lalu turun 41,2 persen pada 2018 hingga menjadi 13,7 persen sampai dengan Februari 2020," terangnya.

Dilanjutkan Aped, sapaan akrab Kadinkes, bahwa dalam hal menurunkan angka stunting, pihaknya telah menjalankan program yang mereka sebut yaitu "Ketupat Kuning" atau Ketuk Pintu Sehat Kurangi Stunting.

"Melalui program yang ada itu, kami terus upayakan angka stunting turun. Bulan Agustus nanti semua balita akan kami ukur lagi hingga seratus persen agar nanti hasilnya semua kelihatan," pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya, saat memimpin rapat koordinasi konvergensi percepatan penurunan stunting, Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, meminta kepada seluruh instansi terkait untuk saling berkoordinasi bersama dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Kapuas.

Menurutnya, dalam hal penanganan masalah stunting di Kabupaten Kapuas harus ada koordinasi yang baik dari semua pihak dan jangan berjalan sendiri-sendiri antar instansi.

"Saya minta setiap instansi agar jangan menganggap remeh masalah stunting ini, bagi instansi yang berkaitan langsung dengan masalah stunting agar harus lebih aktif lagi dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Kapuas ini," kata Ben.

Dirinya pun meminta kepada para Camat agar dapat membangun sarana air bersih dan sanitasi yang baik di setiap wilayahnya masing-masing dengan tetap melakukan koordinasi antar Kepala Desa dan jajarannya.

Kemudian, Ben juga meminta agar para Camat ikut turun langsung ke lapangan agar tahu betul bagaimana kondisi yang terjadi di lingkungan masyarakatnya.

"Camat harus ikut turun langsung, sehingga tahu bagaimana kondisi di lapangan, contohnya mengawasi langsung pembangunan sumur bor dan tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di wilayahnya," tandas Ben.

Mantan Kepala Dinas PU Provinsi Kalteng itu juga menambahkan agar Camat dapat memprioritaskan pembangunan sumur bor.

Kata Ahok Jangan Malu, Anak Penderita Gizi Buruk Ditanggung Pemerintah Kok

Minimal satu sumur bor untuk empat kepala keluarga dan juga berharap agar tidak ada lagi jamban apung di pinggiran sungai.

"Dengan sumber air yang bersih dan sanitasi yang baik serta koordinasi yang terjaga antar instansi terkait, saya yakin penurunan stunting di Kabupaten Kapuas ini akan tercapai dengan cepat," ujar Bupati dua periode itu. (Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved