Berita Kalteng

Dituduh Buka Toko Melewati Jam Operasional, Ayah dan Anak Tewas Dianiaya

Kasus George Floyd terulang di India. Seorang polisi India menganiaya ayah dan anak hingga tewas.

(AFP)
Foto tertanggal 26 Juni 2020 memperlihatkan warga India berkumpul untuk mengiringi peti mati J Jayaraj (58) dan putranya, Bennicks Immanuel (31). Mereka tewas diduga karena dianiaya polisi di Kota Sathankulam, Distrik Thoothukudi, Negara Bagian Tamil Nadu, India. Kematian ayah dan anak di tangan polisi ini seakan mengulang kasus George Floyd di Amerika Serikat. 

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, SATHANKULAM - Kasus George Floyd terulang di India. Seorang polisi India menganiaya ayah dan anak hingga tewas.

Kasus ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kematian George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat (AS). Kematian pria Afrika-Amerika itu memicu demonstrasi besar di banyak negara.

J Jayaraj (58) dan Bennicks Immanuel (31) ditangkap pada 19 Juni dan dituduh membuka toko melewati jam operasional di Negara Bagian Tamil Nadu.

Negara bagian tersebut menerapkan kembali lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona.

Mustofa Nahrawardaya Jadi Tersangka Hoaks Penganiayaan di Kampung Bali, BPN Berikan Bantuan Hukum

Siswi SMA Pengeroyok Siswi SMP Pontianak Minta Maaf, Jelaskan Kronologi Penganiayaan

Bukan 12 Orang, Polisi Sebut Pelaku Penganiayaan Siswi SMP Pontianak Hanya 3 Orang

Dilansir dari AFP Minggu (28/6/2020), keduanya meninggal di rumah sakit beberapa hari kemudian. Demikian keterangan dari pihak berwenang.

Keluarga lalu mengeluarkan tuduhan tertulis bahwa korban dilecehkan polisi dan menderita pendarahan di dubur.

Ketua Menteri Negara Bagian Tamil Nadu, Edappadi Palaniswami mengatakan, dua polisi yang terlibat dalam dugaan penyiksaan itu telah dibekukan statusnya.

Kasus kematian di Kota Sathankulam itu memicu protes pekan lalu, dan para pemilik toko di seluruh Tamil Nadu melakukan aksi mogok massal pada Rabu (24/6/2020).

"Saya syok mendengarnya. Benar-benar terkejut, sedih, dan marah... yang bersalah tidak boleh lolos tanpa hukuman," tulis bintang Bollywood Priyanka Chopra Jonas di Twitter pada Sabtu (27/6/2020).

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved