Wabah Virus Corona

Kerugian Akibat Berhentinya Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 Mencapai Rp 3 Triliun

Dengan mandeknya Liga 1 dan Liga 2, perputaran ekonomi jadi berhenti dan kerugian yang terjadi mencapai Rp2,7 hingga Rp3 triliun dalam satu tahun.

Editor: Rahmadhani
Instagram @kaltengputra_id
Tim Liga 2 2020, Kalteng Putra saat menggelar latihan pda Maret 2020 lalu 

TRIBUNKALTENG.COM - Dampak ekonomi akibat berhentinya Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 dikarenakan pandemi Virus Corona ternyata cukup besar.

Dengan mandeknya Liga 1 2020 dan Liga 2 2020, perputaran ekonomi jadi berhenti dan kerugian yang terjadi mencapai Rp2,7 hingga Rp3 triliun dalam satu tahun.

Hal itu terungkap saat  PSSI menerima tamu dari Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia di kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2020).

Pertemuan tersebut untuk berbicara soal perputaran ekonomi terkait mandeknya Liga 1 dan Liga 2.

Update Jadwal Liga 2 2020 : Hasil Rapat PSSI Usulkan Dimulai Oktober, Dibagi 4 Grup

Dampak ekonomi menjadi besar karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi industri bahkan menggerakkan kesempatan kerja hingga 24 ribu orang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia, Mohamad Dian Revindo, kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam pertemuan tersebut.

“Patut dicatat, kompetisi berhenti itu tak hanya berdampak negatif di bidang ekonomi, tetapi menghasilkan dampak sosial yang baik bagi anak muda, seperti kesehatan dan tercurahnya aktivitas untuk hal-hal positif,” kata Mohamad Dian Revindo sebagaimana dilansir BolaSport.com dari laman resmi PSSI.

Kedatangan para akademisi tersebut adalah sebagai ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PSSI yang telah menjadi pembicara pada seminar web berjudul "Sepak Bola Nasional Pasca-COVID-19: Dampak Kompetisi dan Kehadiran Satgas Anti-Mafia Bola" pada 10 Juni 2020.

“Kami melakukan banyak hal yang dapat menghasilkan manfaat penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia, termasuk kerja sama dengan para akademisi dunia pendidikan,” ucap Mochamad Iriawan.

Dalam webinar lalu, Mochamad Iriawan menegaskan pentingnya kompetisi tetap berlanjut untuk mempersiapkan timnas Indonesia dan tentunya untuk kebangkitan ekonomi.

Hal itu karena ekonomi Indonesia perlu bangkit setelah krisis COVID-19.

Dengan kembali digelarnya kompetisi, diharapkan hal itu akan bisa meningkatkan perekonomian nasional.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengatakan jika kompetisi kembali berlanjut, salah satu efeknya tentu saja dana dari sponsor bakal keluar.

“Dengan kembali bergulirnya liga, para pelatih, pemain, dan komponen-komponen lain di klub akan kembali mendapatkan pemasukan. Sponsor pun mengucurkan lagi dananya,” ujar Ketua Umum PSSI.

Sementara itu, hingga saat ini kompetisi baru diputuskan sementara oleh PSSI bakal kembali bergulir pada September-Oktober mendatang.

Namun untuk kepastian Liga 1 dan Liga 2 digelar, keputusan resmi belum keluar.

Untuk saat ini, PSSI bersama PT LIB (Liga Indonesia Baru) masih mengodok regulasi dan menyusun jadwal kelanjutan kompetisi.

Artike ini sudah tayang di Bolasport.com dengan judul Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Mandek, Dampak Kerugian Ekonomi Capai Rp3 Triliun

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved