Berita Kalteng

Terpantau 707 Titik Panas di Kalteng, Pemerintah Siapkan ini Atasi Karhutla

Pantauan di Kalimantan Tengah, Kamis (25/6/2020) kondisi udara masih bersih tidak terlihat adanya kabut asap dampak kebakaran lahan.

tribunkalteng.com/fathurahman
Lahan kering di Jalan baru terusan Jalan Sumekto Barat, menuju Simpang Kandan, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur ini, tampak mengering karena kemarau, dan rawan terbakar. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Memasuki musim kemarau tahun 2020 yang puncaknya berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Bulan Juli hingga September 2020, perlu kewaspadaan sejak saat ini.

Pantauan di Kalimantan Tengah, Kamis (25/6/2020) kondisi udara masih bersih tidak terlihat adanya kabut asap dampak kebakaran lahan.

Meskipun beberapa daerah sempat terjadi kebakaran lahan seperti di Sampit belum lama tadi, namun tidaklah sporadis yang menimbulkan kabut asap.

Bocoran Asus Zenfone 7 Dibekali RAM 16 GB, Dirilis Bareng Asus ROG 3 Juli 2020?

Ini 37 Kabupaten dan Kota Zona Kuning Covid-19 yang Berubah Menjadi Zona Hijau di Indonesia

Saat Masih di Penjara Karena Kasus Korupsi, Zumi Zola Digugat Cerai Istri

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng hingga saat ini sudah terpantau sebanyak 707 titik panas atau hotspot di Kalimantan Tengah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalteng Darliansyah, mengungkapkan, perlunya payung hukum dalam penegakan hukum untuk pencegahan karhutla yang mulai terjadi.

“Kami memantau titik panas atau hotspot. Di Kalimantan Tengah, sudah terpantau sekitar 707 yang di berbagai daerah. Upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan karhutla terus dilakukan, karena saat ini memang harus maksimal melakukan pencegahan,” ujar Darliansyah.

Mengenai payung hukum, Darhliansyah menyebutkan Pemprov Kalteng sudah mengajukan raperda kepada Dewan Provinsi, saat ini tinggal menunggu agar dijadikan perda yang nantinya akan dijadikan acuan payung hukum dalam pelaksanaan antisipasi karhutla di Kalteng.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangkaraya Catur Winarti, dalam rapat koordinasi karhutla, mengungkapkan, musim kemarau di Kalteng diperkirakan terjadi pada pertengahan Bulan Mei 2020 diawali dari Kabupaten Barito Selatan di Kecamatan Dusun Hilir bagian Selatan dan Kecamatan Jenamas kemudian menyebar ke seluruh wilayah Kalteng pada akhir Bulan Juli 2020.

BMKG Kalteng memperkirakan musim kemarau pada tahun 2020 ini secara keseluruhan terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, puncaknya Bulan Juli hingga September 2020 mendatang.

"Puncak musim kemarau di Kalteng diperkirakan terjadi dari Bulan Juli sampai dengan September 2020," ujarnya.

tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved