Breaking News:

Berita Palangkaraya

Proyek Food Estate Kalteng Memerlukan 85.194 KK Pekerja

Diperlukan pekerja mencapai 85.194 kepala keluarga untuk program pengembangan food estate di Kalteng

Humas Pemprov Kalteng
FOOD ESTATE-Pemerintah Pusat memprogramkan Pengembangan food estate pencetakan sawah baru di Kawasan Eks PLG Kapuas dan Pulangpisau untuk ketahanan pangan nasional. Menteri Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi lokasi pertanian di Pulangpisau 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG, PALANGKARAYA - Ketua Komite I DPD RI asal Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, saat melakukan pertemuan virtual,Minggu (21/6/2020) dengan kalangan petani dan para Kepala Desa di Kalteng mengungkapkan diperlukan pekerja mencapai 85.194 kepala keluarga untuk program pengembangan food estate di Kalteng tersebut.

Menurut Mantan Gubernur Kalteng ini, berdasarkan data yang terimanya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengusulkan lahan seluas 165.000 hektare yang terbagi dalam tiga blok untuk pengembangan pertanian, yakni, blok A lahan seluas 44.551 hektare yang meliputi Dadahup, Lamunti dan Palingkau.

VIDEO Olahraga Ekstrem Skateboard Digemari Remaja Sampit, Inilah Alasannya

Blok B lahan seluas 11.230 hektare yang meliputi Mantangai, Jabiren dan Kaladan. Sedangkan, blok D dengan lahan seluas 38.400 hektare yang meliputi Mentaren, Mintin, Belanti I, serta Belanti III." Dari luas lahan yang diusulkan tersebut, dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 85.194 kepala keluarga (KK)," ujarnya.

Jumlah KK itu nantinya disebar ke Lamunti dan Dahahup serta Palingkau sekitar 42.378 KK, ke Pulangpisau 10.000 KK, dan 32.816 KK di wilayah lainnya. Sedangkan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk dipekerjakan di program food estate tersebut, diusulkan dengan melakukan tiga tahap.

Bantuan Pencegahan Covid-19 Kembali Disalurkan oleh Disdik Kapuas, Ini yang Diberikan

"Saya mengajak berbagai pihak memberikan masukan dan saran terkait rencana pengembangan sektor pertanian itu. Sebab, rencana tersebut satu sisi merupakan peluang besar bagi Provinsi Kalteng, tapi di sisi lain tantangan yang dapat berdampak dan membuat masyarakat Kalteng menjadi penonton ataupun new minority," ujarnya.

Teras Narang menginginkan agar program pengembangan cetak sawah atau pengembangan food estate yang dilakukan di Kalteng tersebut bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat lokal Kalteng sehingga tidak hanya menjadi penonton. "Semua komponen bersatu dan bersama-sama memikirkan serta menyepakati pemahaman dan tekad yang sama, serta benar-benar memiliki dorongan yang sama untuk memberdayakan masyarakat Kalteng," ujarnya. ( tribunkalteng / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved