Berita Palangkaraya

Kembangkan Food Estate di Eks PLG, Pemprov Kalteng Latih Pekerja Lokal Gunakan Alat Canggih

Mengandalkan tenaga kerja lokal, Pemprov Kalteng akan melatih warga untuk mengoperasikan peralatan canggih dalam pengembangan food estate di eks PLG

FOTO HUMAS PEMPROV KALTENG
TANAM PADI-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, saat melakukan penanaman padi di Kabupaten Pulang Pisau , kemudian memantau kawasan Eks PLG di Kapuas dan Pulang Pisau untuk pengembangan Food Estate pencetakan sawah baru di Kalteng, belum lama tadi. 

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sosialisasi kepada masyarakat setempat untuk turut serta dalam mensukseskan pelaksanaan pencetakan sawah baru untuk pengembangan food estate terus dilakukan Pemprov KalselSenin (22/6/2020).

Rencana pengembangan food estate tersebut akan dilakukan di Kawasan Eks Proyek Lahan Gambut (PLG) yang ada di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulangpisau yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil padi untuk Bumi Tambun Bungai Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam satu acara dialog dengan RRI di Palangkaraya, Senin (22/6/2020) Sekda Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri, mengatakan, pihaknya sudah tidak mungkin lagi mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah dalam pengembangan food estate tersebut, sehingga memang mengandalkan tenaga kerja lokal untuk dipekerjakan.

Tentunya kata dia, dalam pelaksanaannya, untuk mendukung pelaksanaan food estate tersebut, pihaknya akan mendidik atau melatih tenaga atau pekerja lokal di Kalimantan Tengah untuk menggunakan alat-alat canggih dalam pengembangan pertanian food estate tersebut.

Eks PLG Kalteng Seluas 164.598 Ha Jadi Food Estate, Uni Emirat Arab Siap Kerja Sama Hortikultura

Lahan Seluas 164.598 Hektare Eks PLG Bakal Jadi Lokasi Food Estate

"Tentu tenaga lokal yang akan dipekerjakan tersebut harus diberikan pelatihan atau pendidikan dalam penggunaan peralatan canggih yang akan diterapkan dalam pelaksanaan pencetakan sawah baru pada kawasan pengembangan food estate di kawasan eks PLG tersebut," ujarnya.

Sementara itu, kalangan petani di Kalteng menyambut baik terkait rencana program pencetakan sawah baru untuk ketahanan pangan nasional di Kalteng tersebut, tentunya dalam pengembangannya petani lokal dilibatkan, agar tidak hanya menjadi penonton di kampung halamannya sendiri.

Transmigrasi Food Estate 1,4 Juta Jiwa Menuai Protes, Gubernur Sugianto Akan Berunding Lagi

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalteng, Sugianoor, mengatakan, jumlah petani di Kalteng cukup banyak sehingga tentunya juga bisa digerakkan untuk pengembangan food estate tersebut.

"Perlu adanya pelatihan dan pendidikan untuk petani lokal, tapi saya minta yang direkrut haruslah benar-benar yang selama ini pekerjaanya memang sebagai petani atau memang berbakat sebagai petani," ujarnya.

(tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved