Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

OJK Sebut Keuangan Perbankan di Kalteng Stabil dan Terjaga, Tak Terpengaruh Covid-19

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah menegaskan kondisi keuangan perbankan di Kalteng dalam kondisi stabil dan terjaga.

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Otto Fitriandy bersama jajarannya, memastikan kondisi perbankan di Kalteng aman dan terjaga. 

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pandemi Covid-19 membuat perekonomian di negera ini berjalan terseok termasuk  di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah menegaskan hingga, Selasa (16/6/2020) kondisi keuangan perbankan di Kalteng dalam kondisi stabil dan terjaga.

Belakangan, muncul opini yang tidak tepat sehubungan dengan maraknya pemberitaan terkait kondisi beberapa bank di Indonesia di masa pandemi covid-19.

Terkait itu, OJK Kalteng pun menegaskan bahwa kondisi keuangan perbankan di Kalteng maupun di Indonesia saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga.

15 Bank Berdampak Sistemik, OJK: Sektor Keuangan Sehat

BI Izinkan Kredit Rumah DP 0 Persen, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi Penjual, Pembeli dan Perbankan

Kondisi Perbankan Kalteng Melemah, Bank Indonesia: Korporasi Mulai Beralih ke Obligasi

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Otto Fitriandy, mengungkapkan, berdasarkan rasio keuangan hingga Bulan April berada dalam batas treshold seperti permodalan (capital adequacy ratio/CAR) 22,13 persen, kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen (NPL net 1,09 persen).

Demikian juga, kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen.

"Ini jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen, dengan melihat dari data - data tersebut jelas sekali kondisi keuangan diperbankan dalam keadaan stabil dan masih terjaga dengan baik, "ujarnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, kondisi yang sama ditunjukkan perbankan di Kalimantan Tengah tercermin dari beberapa indikator, yaitu pertumbuhan kredit bulan April pada Bank Umum sebesar 14,87 persen (yoy) jauh diatas Nasional sebesar 5,73 persen (yoy) dengan NPL (non performing loan) sebesar 1,45 persen yang juga dibawah Nasional sebesar 2,89 persen.

Bahkan, aset meningkat  sebesar 10,2 persen (yoy) di atas pertumbuhan Nasional sebesar 6,52 persen (yoy), dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan sebesar 7,87 persen (yoy) dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 112,56 persen.

Sedangkan untuk Bank Umum Syariah dan UUS juga mengalami pertumbuhan yang positif, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 6,53% (yoy) dengan NPF (non performing financing) sebesar 2,23%.

OJK berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh dengan berita yang tidak dipertanggungjawabkan dan mempercayai kinerja industri Perbankan, serta melakukan transaksi secara wajar.

Nasabah Beralih ke Layanan Online, Perbankan di Uni Eropa Tutup 48.000 Kantor Cabang

BI Tetap Kawal Industri Perbankan

" Kami sampaikan Perbankan senantiasa memberikan peran aktif kepada masyarakat dalam masa pandemi ini melalui realisasi dari kebijakan relaksasi kredit/ pembiayaan kepada debitur yang terdampak Covid-19,"ujarnya.

Dia mengungkapkan, hingga , 26 Mei 2020, perbankan di Kalimantan Tengah telah melakukan restrukturisasi kepada 28.896 Debitur yang terdiri dari 23.582 merupakan debitur UMKM dan 5.314 merupakan debitur Non-UMKM, dengan baki debet total mencapai Rp1.63triliun. (tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved