Breaking News:

Kriminalitas Palangkaraya

Honorer UPR Gelapkan UKT Mahasiswa, Kerugian Capai Rp 95 Juta

ADM diduga melakukan penggelapan uang kuliah tunggal sejumlah mahasiswa di kampus tersebut.

humas polda kalteng
Tersangka ADM saat diamankan polisi dan ditahan di Ruang Tahanan Polda Kalteng 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang pegawai honorer yang bekerja di Fakultas Hukum Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berinisial ADM, Rabu (10/6/2020) mendekam di tahanan Polda Kalimantan Tengah.

ADM diduga melakukan penggelapan uang kuliah tunggal sejumlah mahasiswa di kampus tersebut.

Informasi dari SP salah seorang korban, kejadian bermula sejak tahun 2016 hingga 2019.

Tersangka ADM merupakan pegawai honorer di Fakultas Hukum UPR menawarkan jasa titipan untuk membayarkan uang kuliah tunggal (UKT) kepada mahasiswa dalam hal pengurusan registrasi ataupun kelengkapan administrasi lainnya.

Begini Perhatian Kapolresta Palangkaraya ketika Anggotanya Dirawat karena Positif Covid-19

Deteksi Dini 11 Tanda-tanda Ringan Penyakit Asma Berikut Ini

Tim Cyber Crime Polda Kalteng Patroli di Medsos Basmi Hoax, Ratusan Warganet Dibina

"Kami tidak mau ribet, makanya uang kuliah dititipkan," ujarnya kepada penyidik.

Setidaknya ada sebanyak lima orang mahasiswa di Kampus Universitas Palangkaraya (UPR) yang melaporkan tersangka ADM karena menggelapkan uang kuliah mereka yang dititipkan kepadanya.

Uang tersebut tidak disetorkan malah dipakai sendiri oleh oknum honorer tersebut.

Keterangan dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng, jumlah kerugian akibat perbuatan penggelapan uang kuliah tunggal sejumlah mahasiswa UPR tersebut mencapai Rp 95 juta dari sekitar sepuluh mahasiswa yang sempat menitipkan uang kuliah kepada pelaku.

Polisi juga menyita sebanyak 21 dokumen sebagai barang bukti.

Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Kalteng, akhirnya melakukan penangkapan terhadap tersangka ADM dalam kasus penggelapan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangkaraya (UPR) yang terjadi sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019.

Dirktur Reserae Kriminal Umum, Polda Kalteng Kombes Pol Budi Hariyanto, melalui Kasubdit I Kamneg Kompol R. Andri Samudra Yudhapatie, menegaskan, pihaknya telah mengamankan tersangka ADM dan dilanjutkan dengan penahanan.

Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (P21).

"Saat ini dalam proses pemberkasan, karena akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) yang sebelumnya sempat tertunda lantaran tersangka ADM melakukan gugatan perdata kepada para korban sehingga harus menunggu hasil perdatanya dulu.Tersangka dikenakan pasal 372 Kitab Undang Undang Hukum Pidana tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," ujarnya.

tribunkalteng.com/ Faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved