Wabah Corona di Kalteng

PSBB Kabupaten Kapuas Resmi Berlaku Mulai 1 Juni

Rakor terkait persiapan PSBB menyepakati PSBB di Kabupaten Kapuas mulai diberlakukan 1 Juni 2020

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/fadly setia rahman
Rapat koordinasi menyepakati PSBB di Kapuas berlaku sejak 1 Juni 2020. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Menteri Kesehatan RI sebagaimana Keputusan nomor HK.01.07/Menkes/339/2020 pada 28 Mei 2020 telah menyetujui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Rapat koordinasi persiapan pemberlakuan PSBB pun digelar di Aula Bappeda Kapuas, Jumat (29/5/2020), dipimpin Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat.

Rapat koordinasi diikuti unsur forkopimda dan lintas sektor maupun organisasi masyarakat serta lainnya.

Hasilnya disepakati, PSBB akan diberlakukan mulai 1 sampai 15 Juni 2020 mendatang, sebagai upaya percepatan penanganan virus corona atau covid-19.

Pemudik Jalani Rapid Test yang Digelar Aparat Desa Timpah Kapuas

GTPP Covid-19 Kabupaten Kapuas Banyak Terima Permintaan Rapid Test

SAH! PSBB Kabupaten Kapuas Disetujui Menteri Kesehatan

"Kami telah bersepakat untuk menerapkan PSBB mulai tanggal 1 Juni sampai dengan 15 juni, selama 15 hari," kata Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, kepada awak media usai memimpin rapat koordinasi.

Dilanjutkannya, untuk penerapan atau mekanisme di lapangan, pihaknya tengah mempersiapkannya terlebih dahulu, agar bisa berjalan dengan efektif dan maksimal.

"Terkait itu sudah ada di juklak juknisnya, dan nanti akan ada Peraturan Bupati (Perbup) yang hari ini akan selesai, dan besok mulai dilakukan sosialisasi ke masyarakat apa itu PSBB," ujarnya.

Terkait itu, ia harapkan camat berjenjang ke bawah, lurah hingga kades untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Kapuas akan melaksanakan PSBB.

Ia berharap pemberlakuan PSBB ini nantinya dapat menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas.

Mengingat akan diperketatnya aturan-aturan berkaitan dengan pencegahan penyebaran covid-19.

"Pak Kapolres dan Dandim beserta jajaran, juga akan secara intens dan ketat mengawal PSBB ini semua untuk kepentingan bersama seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas," tandasnya.

Adapun, sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam surat keputusan Menkes perihal disetujuinya PSBB di Kabupaten Kapuas atas dasar pertimbangan bahwa dari data yang ada menunjukkan telah terjadi peningkatan Covid-19 yang signifikan dan cepat serta diiringi dengan kejadian transmisi lokal di wilayah Kabupaten Kapuas.

Kemudian bahwa berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial,
ekonomi, serta aspek lainnya, perlu dilaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar guna menekan penyebaran covid-19 semakin meluas.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Selanjutnya, dalam surat itu memutuskan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Rapid Test Massal Digelar Pemkab Kapuas, Hasilnya Begini

Sempat Ditutup, RSUD Kapuas Kembali Buka IGD untuk Umum

Diketahui, data terbaru, per Kamis (28/5/2020) pukul 17.00 WIB, sudah 72 orang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kapuas.

Diantaranya 52 orang dalam perawatan, sembilan orang dinyatakan sembuh dan 11 orang meninggal dunia. Kabupaten Kapuas urutan kedua terbanyak kasus positif di Kalteng, setelah Kota Palangkaraya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved