Berita Palangkaraya

Perbatasan Kalteng Diperketat! Peternak Ayam Potong di Kalsel Ancam Boikot, Ini Dampaknya

Stok ayam potong di Kalimantan Tengah, dalam tiga hari ke depan terancam kosong menyusul ancaman boikot dari para sopir dan peternak ayam di Kalsel

istimewa
Meski tidak lagi diberlakukan PSBB dan diganti dengan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis, aturan malah tambah diperketat dengan mewajibkan pengendara semua jenis mobil dan sepeda motor wajib pakai surat kesehatan bebas Covid-19. 

Editor: Syaiful Akhyar

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Stok ayam potong di Kalimantan Tengah, dalam tiga hari ke depan terancam kosong menyusul ancaman boikot dari para sopir dan peternak ayam di Kalimantan Selatan, Kalsel, untuk tidak memasok ayam potong ke Kalteng, akibat pengetatan penjagaan posko Covid-19 di perbatasan Kalteng.

Ketua Perhimpunan Perunggasan Indonesia (Pinsar) Kalteng, Andi Bustan, saat dikonfirmasi terkait aturan baru yang diterapkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 yang berjaga di Perbatasan Palangkaraya tersebut, mengakui kondisi tersebut.

Menurutnya, semua peternak ayam Kalsel yang selama ini memasok ayam potong ke Kalteng mengeluhkan ketentuan sopir yang masuk ke Palangkaraya wajib mengantongi surat bebas Covid-19 dari Dinkes tempat asalnya.

"Semua mengeluhkannya kepada saya, mereka bahkan sepakat untuk memboikot pasokan ayam ke Kalteng. Ini yang jadi masalah, jika pasokan ayam dari Kalsel di Boikot paling lama 3 hari lagi, Kalteng kehabisan ayam potong," ujarnya.

Jika New Normal Diberlakukan, Masyarakat Bisa Kembali Ibadah Seperti Biasa dengan Catatan Ini

Sapa Krisdayanti Lewat Instagram, Aurel Hermansyah Keluhkan Pesan Whatsapp Tak Kunjung Dibalas

Aksi Idol KPop BVNDIT Cover Lagu Rayu Marion Jola Curi Perhatian Warganet

Dikatakan Dosen bergelar Doktor dari Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya ini, akan terjadi kelangkaan ayam potong, juga bebek, jika dalam tiga hari mendatang, aturan baru tersebut tetap diberlakukan untuk angkutan barang dari Kalsel ke Kalteng.

"Petani Kalteng tidak mampu memenuhi stok ayam untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Kalteng," ujarnya.

Sebab itu, dia sudah membicarakan masalah ini dengan Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Kalteng untuk memberikan dispensasi kepada sopir angkutan ayam dari Kalsel yang membawa ayam untuk kebutuhan masyarakat Kalteng.

"Jika tidak diberikan kelonggaran kepada sopir yang membawa ayam terebut dampaknya akan sangat besar, penjual daging ayam di pasar dalam tiga hari mendatang tidak dapat stok lagi," ujarnya.

20 Ton Beras Disalurkan Polres Kapuas untuk Warga Terdampak Covid-19

Penusukan di Lokalisasi Palangkaraya, Pelaku Dibekuk

Mau ke Palangkaraya, Sopir Mobil Angkutan Wajib Bawa Surat Sehat Covid-19

Lebih parah lagi, para penjual makanan yang ada di Kalteng sudah tidak bisa berjualan ayam goreng, atau jenis makanan unggas lainnya karena peternak ayam di Kalsel memboikot tidak lagi mengirimkan ayam potong ke Kalteng, karena pengawasan masuknya mobil pikap yang membawa ayam sangat ketat.

Halaman
123
Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved