PSBB Kota Palangkaraya
Penjagaan Pos Perbatasan Ketat, Warga Palangkaraya Pilih Tak Mudik
Beberapa warga Palangkaraya, mengatakan, memilih tidak bepergian keluar kota lantaran penjagaan di pos perbatasan cukup ketat
Penulis: Fathurahman | Editor: Edinayanti
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penjagaan pada Pos Pantau Perbatasan Palangkaraya, selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan secara ketat.
Data terakhir angka palanggarannya pun makin mengecil.
Pelanggaran yang biasa dilakukan pengendara yang keluar dan masuk perbatasan adalah sopir dan penumpang tidak memiliki masker, travel gelap yang membawa penumpang masuk atau keluar Palangkaraya, pengaturan duduk sesuai Protokol Covid-19 dan lainnya, selama lima hari PSBB berjalan mengalami trend penurunan.
• Simak Jawaban Soal Ayah Membuat Akuarium Bentuk Prisma Segitiga Panjang alas 45 Cm, Live TVRI
• 10 Ucapan Idul Fitri 1441 H saat Pandemi Corona, Tetap Jaga Silaturahmi Meski tak Bisa Bersua
• LENGKAP Jadwal Imsakiyah Palangkaraya Hingga berakhirnya Ramadhan 1441 H
Beberapa warga Palangkaraya, mengatakan, memilih tidak bepergian keluar kota lantaran penjagaan di pos perbatasan cukup ketat dan memilih tinggal di Palangkaraya saja.
"Lebaran tahun ini saya di Palangkaraya saja, tidak ke Banjarmasin bersama orangtua, karena PSBB aturannya ketat," ujar Hiswansyah, Jumat (15/5/2020).
Dalam masa PSBB sejak tanggal 11 hingga 13 Mei 2020, tercatat pos pantau perbatasan di Pahandut Seberang, Palangkaraya jumlah orang yang diperiksa terjadi penurunan 265 orang (6,4 persen), mobil yang diperiksa juga menurun 87 unit (9 persen), motor juga menurun 57 unit (3,5 persen).
Jumlah angkutan barang naik, 108 orang (29,5 persen) jumlah kendaraan yang putar balik menurun 44 orang (62,1 persen), selama tiga hari masa PSBB tidak ada warga bersuhu di atas 37 drajat yang melintas di jalan yang ada di pos penjagaan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya, Alman Pakpahan, membenarkan, trend mengalami penurunan di pos pantau perbatasan Palangkaraya ke Banjarmasin dan Pahandut tersebut dalam beberapa hari ini.
"Kami perketat penjagaan ternyata pelanggaran pun makin sedikit, sampai saat ini, saya optimistis untuk ketertiban lalulintas perbatasan sudah sangat baik," ujarnya.
tribunkalteng.com/ faturahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/kendaraan-yang-melanggar-aturan-di-pos-penjagaan-di-jalan-ma-n-covid-19.jpg)