Berita Pangkalanbun

Polisi Kobar Amankan 2.340 Kg Beras Oplosan Tak Layak Konsumsi, Dipasarkan ke Tiga Kabupaten

LJ (40) warga Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan, Pangkalanbun, Kobar menjual beras oplosan tak layak konsumsi ke kabupaten lain

istimewa
Petugas saat memperlihatkan tersangka pemilik ribuan kilogram beras oplosan tak layak konsumsi untuk dijual ke masyarakat tiga kabupaten di Kalteng 

Editor: Syaiful Akhyar

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALANBUN - Bulan Ramadan menjelang Idulfitri dimanfaatkan oknum berinisial LJ (40) warga Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan, Pangkalanbun, Kobar untuk menjual beras oplosan tak layak konsumsi ke Kabupaten Kobar, Lamandau dan Sukamara.

Ulah pelaku yang ingin memanfaatkan Bulan Puasa menjelang Hari Raya Idulfitri saat warga muslim ramai membeli beras untuk berlebaran, ini, keburu tercium petugas Polres Kobar yang kemudian menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti ribuan kilogram beras tak layak konsumsi dipasarkan.

Pelaku, berinisial LJ, ini, Senin (11/5/2020) masih menjalani pemeriksaan penyidik kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membahayan masyarakat, karena beras yang sudah di kemas siap edar, merupakan oplosan beras tak layak konsumsi dengan beras yang masih layak di konsumsi.

Satuan Reserse Kriminal Polres Kotawaringin Barat (Kobar) menyita 2.340 kg beras oplosan dalam penggrebekan di sebuah gudang yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan tersebut dan menangkap pelaku serta mengamankan barang bukti.

Empat Kali Akun Wagub Kalteng Diretas, Modusnya Minta Uang, Ini Tanggapan Habis Ismail

Kepergok Angkut Penumpang saat Masuk Palangkaraya, Travel Gelap Diperintahkan Putar Balik

Sri Mulyani: THR PNS Cair Paling Lambat 15 Mei 2020

Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting melalui Wakapolres Kompol Boni Ariefianto, Senin (11/5/2020) mengatakan, beras tersebut disita dari tangan seorang tersangka.

“Saat dilakukan penggrebekan, gudang yang merupakan milik pelaku tersebut terbukti melakukan tindak pidana dengan cara mencampur beras yang tidak layak konsumsi dengan beras murni, dikemas untuk dijual kembali ke pasaran.Ini jelas melanggar ketentuan Undang Undang tentang perlindungan konsumen,” ujarnya.

Ada lima merek beras yang di oplos tersebut diantaranya Cap Belimbing, Cendrawasih, Piala Mas, Lobster dan Balon Udara, kemasan yang dipakai ukuran lima kg dan 10 kg , setelah ditimbang beras yang dioplos diisi menjadi hanya sembilan kg saja tidak sampai 10 kilogram.

Menurut Boni, pelaku mendatangkan sendiri beras dari pulau Jawa untuk dipasarkan, kemudian, beras yang tidak laku dalam kondisi rusak, disimpan dalam gudang lalu dicampur menggunakan bahan kimia agar ulat serta kutunya hilang.

"Setelah kering dicampur dengan beras kualitas baik dikemas lagi kemudian dipasarkan ke toko yang berada di tiga Kabupaten yaitu Kobar, Lamandau dan Sukamara,” ujarnya.

Pelaku yang diamankan masih menjalankan proses hukum dan bakal terancam dengan Pasal 62 ayat (1) Junto Pasal 8 ayat (1) huruf g dan i Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan ancaman penjara maksimal lima tahun.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved