Berita Palangkaraya

Jam Malam Berlaku di Palangkaraya, Pelanggar Kena Sanksi Karantina Mandiri

Jam malam diberlakukan selama berlangsung PSBB di Palangkaraya. Bagi yang melanggar, ada sanksi yang bakal dijatuhkan yakni karantina mandiri

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
(Istimewa, Polda Kalteng)
Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya, saat melakukan apel persiapan pelaksanaan PSBB yang mulai dilakukan di Palangkaraya, Senin (11/5/2020). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Mulai hari ini, Senin (11/5/2020) Kota Palangkaraya , Kalimantan Tengah, mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bersamaan dengan itu, sesuai aturan dalam pelaksanaan PSBB juga diberlakukan jam malam untuk warga Ibu Kota Kalimantan Tengah tersebut mulai pukul 20.00 wib hingga pukul 03.30 wib 

Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, mengungkapkan, pihaknya meminta kerjasama warga selama pelaksanaan PSPB tersebut, karena ada pembatasan bagi ruang gerak masyarakat di Palangkaraya selama kegiatan tersebut berjalan.

Ia pun menyebut akan ada sanksi bagi warga yang melanggar aturan.

PSBB di Palangkaraya, Polresta Bangun 10 Pos di Titik-titik ini

Hari Ini PSBB di Kota Palangkaraya Dimulai, Hj Umi Mastikah Jelaskan Batasan ke Warga

Update Minggu : Pasien Covid-19 Kalteng Sembuh 8 Orang, ODP Berkurang 74 Orang

Berdasarkan sosialisasi yang dikeluarkan oleh Bidang Humas Polda Kalteng, beberapa aturan dan sanksi yang dikenakan kepada warga jika melanggar aturan antara lain, diberlakukan jam malam mulai pukul 20.00 wib hingga 03.30 wib selama tanggal 11 hingga 24 Mei-2020 selama pelaksanaan PSBB di Palangkaraya dilaksanakan.

Bagi yang melanggar jam malam tersebut akan dikenakan sanksi penahanan KTP dan Karantina Mandiri di tempat yang telah ditentukan.

Selain itu warga wajib menggunakan masker, apabila keluar rumah, bagi yang melanggar dikenakan sanksi administrasi penahanan KTP.

Bukan hanya itu, warung makan tidak boleh melayani ditempat, buka hanya untuk melayani bungkusan atau pesan antar, kegiatan olahraga dilakukan secara mandiri, tidak berkelompok dan dilakukan terbatas diluar rumah atau sekitar rumah tinggal, kendaraan mobil penumpang pribadi boleh mengangkut penumpang keluarga satu rumah maksimal 3 orang dibuktikan dengan KTP/SIM/KK, sedangkan non keluarga maksimal 2 orang.

Satpol PP Kapuas Patroli Pengawasan di Pasar, Sosialisasi Wajib Kenakan Masker

PSBB di Palangkaraya, Polresta Bangun 10 Pos di Titik-titik ini

Pengguna sepeda motor tidak diperbolehkan berboncengan kecuali satu keluarga atau satu rumah, , dibuktikan identitas KTP/SIM/ KK serta identitas lainnya.

Sedangkan pelaku, usaha lainnya, seperti panti pijat, refleksi, SPA,Salon,Warnet /Games Online dan pasar dadakan atau pasar kaget, wajib menutup sementara tempat usahanya.  (banjarmasinpost.co.id / Faturahman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved