Nasional

Lion Air, Wings Air dan Batik Air Batalkan Penerbangan Minggu (3/5), Penumpang Diminta Refund Tiket

Penyesuaian jadwal penerbangan yang dimaksud adalah penundaan operasional exemption flight Lion Air Group hingga pemberitahuan selanjutnya

Editor: Rahmadhani
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/7/2017). 

EDITOR : Rahmadhani

TRIBUNKALTENG.COM - Sempat menyatakan akan beroperasi lagi mulai Minggu (3/5/2020, maskapai di bawah Lion Air Group mendadak menunda (baca : membatalkan) jadwal penerbangannya.

Lion Air Group membawahi Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID).

Sebelumnya, setelah berhenti beroperasi akibat pandemi Virus Corona, Lion Air pada 28 April 2020 mengumumkan akan kembali terbang pada Minggu 3 Mei 2020 melalui siaran resminya.

Penyesuaian jadwal penerbangan yang dimaksud adalah penundaan operasional exemption flight Lion Air Group hingga pemberitahuan selanjutnya atau until further notice (UFN).

Akses Kalimantan Barat ke Kalimantan Tengah Dijaga Relawan

Mahasiswa Perantau di Malang Dapat Bantuan dari Pemprov Jatim

Penundaan terjadi karena dibutuhkan persiapan-persiapan yang lebih komprehensif, agar maksud dan tujuan pelaksanaan penerbangan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan berlaku serta memenuhi unsur-unsur keamanan dan keselamatan penerbangan, termasuk tidak menyebabkan penyebaran corona virus disease (Covid-19).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan Lion Air Group  pihaknya selalu berkoordinasi bersama regulator serta berbagai pihak terkait, dengan harapan apabila penerbangan akan dilaksanakan dapat beroperasi lancar, sehingga bisa memenuhi kebutuhan transportasi udara sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa angkutan udara Idul Fitri periode 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Kata Danang, tujuan utama operasional perizinan khusus (exemption flight) adalah bagian wujud kesungguhan dalam membantu kemudahan mobilisasi guna melayani pebisnis bukan untuk “mudik”, serta tujuan penerbangan yang mencakup:

1. Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan;

2. Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia;

3. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi) yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA);

4. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat;

5. Operasional angkutan kargo; dan

6. Operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Mati mesin dibagian sayap kanan, Wings Air dengan Nomor penerbangan IW 1156 tujuan Luwuk, akhirnya balik arah kembali lagi ke Bandar Udara Mutiara Sis Aljufrie, Sabtu (14/1/2017)
Mati mesin dibagian sayap kanan, Wings Air dengan Nomor penerbangan IW 1156 tujuan Luwuk, akhirnya balik arah kembali lagi ke Bandar Udara Mutiara Sis Aljufrie, Sabtu (14/1/2017) silam. (Istimewa)

"Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman yang timbul," kata dia dalam siaran pers hari ini

Kata Danang, kpada calon tamu atau penumpang yang sudah membeli tiket pesawat udara atau memiliki reservasi perjalanan, agar melakukan proses pengembalian (refund) melalui Kantor Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan saluran (channel) pembelian lainnya dimana calon penumpang membeli tiket.

Lion Air Group tunduk dan melaksanakan seluruh aturan penerbangan internasional, regulator dan ketentuan perusahaan dalam menjalankan operasional menurut standar operasional prosedur yang memenuhi persyaratan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first).

Demi upaya meyakinkan kesehatan, keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan sejalan proses persiapan operasional, Lion Air Group menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama pandemi Covid-19, antara lain:

1. Pengaturan jarak aman antartamu atau penumpang (physical distancing) dalam kabin pesawat pada setiap penerbangan,

2. Pemeliharaan dan perawatan pada seluruh armada (Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Airbus 330-300CEO, Airbus 330-900NEO, ATR 72-500 dan ATR 72-600) yang dijalankan secara berjadwal (schedule maintenance) dan tidak berjadwal (unscheduled maintenance),

3. Sterilisasi dan kebersihan pesawat terus dilakukan serta ditingkatkan, meliputi aircraft interior exterior cleaning (AIEC), terdiri aircraft interior cleaning (membersihkan detail setiap bagian dalam pesawat) dan aircraft exterior cleaning (membersihkan bagian luar pesawat).

4. Rangkaian tindakan guna memastikan bahwa awak pesawat dan petugas layanan lainnya sudah mengikuti rekomendasi protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu badan, menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer),

5. Pemeriksaan kesehatan awak pesawat sebelum penerbangan (pre-flight health check) sangat penting untuk menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight),

6. Mewajibkan setiap kru pesawat, petugas layanan darat, karyawan, tamu atau penumpang menggunakan masker,

7. Penumpang wajib memenuhi dan menunjukkan dokumen yang dibutuhkan,

8. Dan tindakan preventif lainnya.

Cara Mendapatkan Listrik Gratis PLN selama 6 Bulan untuk Pelaku Usaha, Login www.pln.co.id

Dampak Covid-19, Akan Ada Gelombang Kepulangan Pekerja Migran ke Indonesia, Potensinya 38.000 Orang

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul : Lion Air Group secara mendadak batalkan penerbangan besok

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved