Breaking News:

Berita Palangkaraya

Pemprov Kalteng Resmi Stop Operasional Angkutan Penumpang, Inilah Dampaknya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluarkan secara resmi aturan melarang operasional semua angkutan penumpang

Foto Dinas Perhubungan Palangkaraya
Pengawasan posko jalur darat perbatasan antar kabupaten dan kota se Kalteng hingga, Rabu (29/4/2020) terus diefektifkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kalteng. Seperti yang tampak di perbatasan Palangkaraya ini. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluarkan secara resmi aturan melarang operasional semua angkutan penumpang lewat darat sebagai upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Bumi Tambun Bungai.

Larangan ini berlaku sejak 25 April-31 Mei 2020 mendatang untuk kendaraan bermotor umum jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor termasuk juga angkutan laut dan sungai yang membawa penumpang, ditandatangani Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri.

Petugas pun, mulai menerapkannya, sejak, Sabtu (25/4/2020) lalu sehingga membuat terminal penumpang di semua kabupaten dan kota yang ada di Kalteng tidak lagi beroperasi untuk melayani bus atau angkutan penumpang , setelah adanya larangan tersebut. Bahkan, daerah zona merah menerapkan aturan lebih ketat.

Warga Diminta Tidak Sebar Berita Hoax tentang Covid-19, Bukalah Medsos Diskominfo Kapuas Ini

Betapa tidak, bagi pengendara mobil pribadi pun juga diperketatkarena ternyata beberapa kendaraan roda empat jenis minibus plat hitam ada saja yang membawa penumpang. Beberapa warga mengaku sempat mudik menggunakan "travel gelap" untuk bisa berlebaran di kampung halamannya.

Sebagian, kendaraan yang ingin melintasi masuk ke Palangkaraya maupun ke Sampit memilih balik arah karena takut di karantina."Kami pilih balik arah saja, meskipun ingin mudik ke kampung ketemu orang tua, karena KTP kami bukan KTP Palangkaraya, jadi mengalah saja," ujar salah satu pengendara.

Penjagaan petugas di posko gabungan yang ada di perbatasan Palangkaraya- Kasongan- Sampit, Palangkaraya-Gunungmas hingga arah Palangkaraya- Banjarmasin, hingga , Rabu (29/4/2020) masih tetap diperketat khususnya oleh Petugas Dishub Kota dan Kabupaten yang melakukan penjagaan siang dan malam hari.

PC NU Kapuas Sosialisasikan Pencegahan Covid-19, Ini yang Disampaikan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya, Alman Pakpahan, Rabu (29/4/2020) mengatakan, saat ini terminal penumpang sudah tidak lagi melayani angkutan penumpang mencegah arus mudik, namun sayangnya sebut dia, ternyata masih ada travel liar yang beroperasi mengangkut penumpang.

"Kami tegas, jika identitas tujuan tidak sama, kami suruh mereka kembali atau balik arah, karena jika tetap nekat, nanti akan dikarantina sebelum sampai tempat tujuan. Makanya , kami minta kendaraan travel gelap yang membawa penumpang termasuk mobil lainnya ada sekitar 40 kendaraan memilih balik arah," ujarnya. (Tribnkalteng/ faturahman).

Foto Dinas Perhubungan Palangkaraya
Pengawasan posko jalur darat perbatasan antar kabupaten dan kota se Kalteng hingga, Rabu (29/4/2020) terus diefektifkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kalteng. Seperti yang tampak di perbatasan Palangkaraya ini.

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved