Breaking News:

berita sampit

Bupati Supian Hadi Ingin Sewa Pesawat Kirim Swab ke Surabaya

Kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan penerbangan pesawat untuk penumpang mulai berdampak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

banjarmasinpost.co.id/faturahman
Bandara H Asan Sampit, akan diperpanjang hingga mencapai 2.450 meter untuk masuk pesawat berbadan besar jenis boing. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUN KALTENG, SAMPIT - Kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan penerbangan pesawat untuk penumpang mulai berdampak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terutama untuk pengiriman sampel swab dan darah untuk pasien pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Bumi Habaring Hurung ke Surabaya, Jatim.

Pemerintah pusat hanya mengizinakan penerbangan menggunakan pesawat untuk pengangkutan kargo maupun pengiriman alat kesehatan untuk pemeriksaan sampel swab dan darah. Sedangkan untuk pengiriman kargo di Bandara H Asan Sampit maskapai bisa melayani apabila berat barang minimal sudah mencapai 6 ton.

Tiga Tahanan Kabur dari Rutan Kapuas Diringkus Tim, Dihadiahi Timas Panas

Ironinya selama ini maskapai yang bisa mengangkut barang atau kargo dan lainnya untuk mencapai berat minimum 6 ton tersebut diperlukan waktu menunggu hingga seminggu baru bisa terbang. Kndisi ini menghambat pengiriman sampel swab pasien PDP RS Murjani, untuk pengiriman ke laboratorium di Surabaya.

Bupati Kotim, H Supian Hadi, Minggu(26/4) mengakui dampak penghentian penerbangan tersebut, pemkab saat ini sulit mengirimkan swab Covid-19 untuk pasien PDP yang ada di RS dr Murjani Sampit ke Surabaya.
“Di sisi lain kami berharap hasil Swab segera di irim dan hasilnya bisa diketahui secepatnya,” katanya.

Masyarakat Diminta Ikuti Fatwa MUI Kapuas dan Anjuran Pemerintah, Ibadah Ramadan di Rumah Saja

Supian Hadi berharap adanya persetujuan DPRD dan masyarakat Kotim jika diizinkan demi keselamatan nyawa manusia agar direstui untuk pasien Covid-19 di RS dr Murjani Sampit, maka pengiriman sampel Swab dan darah dengan menyewa pesawat tujuan Sampit- Surabaya.

Dia menyatakan operasional pesawat dari Bandara H Asan Sampit setelah adanya larangan mengangkut penumpang tersebut menjadi tidak lagi rutin beroperasi setiap hari. Angkutan kapal laut pun sama, hanya boleh mengangkut sembako dan barang, sedangkan penumpang tidak boleh.
“Ini yang jadi masalah Kotim saat ini," ujarnya. (Tribunkalteng.com/ Faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved