Dampak Corona di Kalteng

Pendapatan UMKM Kalteng Merosot Saat wabah Corona, Tapi Jamu Laku Keras

Yang paling laku banyak di pesan jamu jahe campur kunyit dan madu, itu jadi minuman

tribunkalteng.com/fadli setia rahman
Anggota DPRD Kota Mojokerto datang ke satu pengrajin lokal di Kapuas, Kalteng. 

Editor: Royan Naimi

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Para penjual jamu tradisional serta penjual madu dan jahe saat musim Covid-19 yang mewabah di Bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah, mendapatkan banyak berkah.

Betapa tidak, jenis usaha ekonomi mikro ini semakin banyak yang membelinya.

Ini karena warga setempat merasa yakin dengan banyak mengonsumsi jamu terutama sejenis Jahe maupun temulawak dan madu, bisa menjadikan tubuh segar dan menjadi tahan terhadap penyakit karena meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh yang sangat diperlukan saat ini.

Sunarti, salah seorang penjual jamu di Sampit,  mengaku para pelanggannya kebanyakan saat ini banyak memesan jamu campuran jahe dan madu untuk menjaga stamina tubuhnya.

"Yang paling laku banyak di pesan jamu jahe campur kunyit dan madu, itu jadi minuman pelanggan saya yang paling banyak setiap harinya," ujarnya, Rabu (8/4/2020).

Namun tidak demikian dengan, Ibu Isnawati, salah seorang perajin tas dan topi serta barang kerajinan lainnya yang berbahan rotan, dia malah mengaku mengalami penurunan penghasilan.

"Kurang sekali, sejak dua bulan ini, pembeli makin berkurang sehingga kami pun sementara stop dulu memproduksi," ujarnya.

Keluhan UMKM Kalteng tersebut diakui, oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kalteng , yang mengatakan, dampak wabah Covid-19 juga mengganggu sektor UMKM yang ada di Kalimantan Tengah, seperti barang kerajinan tangan maupun jenis kerajinan lainnya seperti perabotan.

"Ini, terutama pengrajin perabotan hingga kerajinan tangan dan batu perhiasan yang mengalami penurunan,karena juga terdampak oleh wabah corona saat ini, " ujar Raty,  Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Raty.

Dia mengatakan, saat ini para pengrajin lebih memilih bertahan dulu, sembari menunggu penanggulangan wabah Covid-19 bisa teratasi sehingga para pengrazin inipun bisa kembali bangkit.

"Meski saat ini UMKM mengalami penurunan penjualan, belum ada UMKM yang bangkurut," ujarnya.

(tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved