Berita Palangkaraya

Warga Kalteng Lebih Memilih Naik Pesawat Dibadingkan Pergi Gunakan Kapal Laut, Ini Alasannya

Penggunaan jasa udara di Kalimantan Tengah terus bergairah sehubungan kebijakan penurunan tarif tiket pesawat pada waktu tertentu

Warga Kalteng Lebih Memilih Naik Pesawat Dibadingkan Pergi Gunakan Kapal Laut, Ini Alasannya
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Penerbangan di Kalteng mengalami kenaikkan dalam tahun 2019. Warga Kalteng masih pilih naik pesawat. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Penggunaan jasa udara di Kalimantan Tengah terus bergairah sehubungan kebijakan penurunan tarif tiket pesawat pada waktu tertentu, sehingga terjadi peningkatan volume penumang dan barang untuk jasa transportasi udara ini.

Warga Kalimantan Tengah, masih lebih memilih menggunakan jasa transportasi udara dibandingkan jasa transportasi laut, meskipun pelayanan jasa transportasi laut semakin dibenahi oleh pengelola jasa transportasi laut di Bumi Tambun Bungai tersebut.

Beberapa warga Kalteng mengaku masih memilih transportasi udara untuk bepergian keluar kota, tentu berangkat saat harga tiket murah.

"Ya, masih naik pesawat, untuk bepergian ke Luar Kalteng, tapi pesan tiketnya jauh-jauh hari, karena masih bisa dapat harga murah," ujar Hadiansyah warga Palangkaraya , Jumat (3/1/2020).

VIRAL Video, Remaja Putri Jogel Geleng-geleng Kepala di Jalan, Tubuhnya Basah, Lalu Diberi Susu

VIRAL di Madsos, Tagihan Restoran Mencekik Mencapai Rp 1,6 Juta, Ditegur Marah, Bupati Bilang Hoax!

Meninggal Dunia Akibat Banjir Jabodetabek 30 Orang, BNPB: Terbanyak di Kabupaten Bogor

Beberapa warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah juga masih banyak yang menggunakan pesawat terbang untuk bepergian ke pulau jawa." Biasanya saya naik pesawat, bisa lewat Bandara H Asan Sampit, bisa juga lewat Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, cari harga tiket murah," ujar Syarifuddin, warga Sampit.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Yomin Tofri, menyebutkan, Frekuensi penerbangan di Kalteng, naik 1,51 persen dari 1.791 penerbangan (Oktober 2019) menjadi 1.818 penerbangan (November 2019). jumlah penumpang melalui transportasi udara naik 4,80 persen dari 133.401 orang (Oktober 2019) menjadi 139.800 orang (November 2019).

Arus lalu lintas barang melalui udara juga naik 6,91 persen dari 1.374 ton (Oktober 2019) menjadi 1.469 ton (November 2019).Namun tidak demikian dengan kunjungan kapal laut di wilayah Kalimantan Tengah menurun 9,26 persen dari 756 kunjungan (Oktober 2019) menjadi 686 (November 2019).

Penurunan frekuensi kunjungan kapal diikuti berkurangnya jumlah penumpang, dengan penurunan sebesar 13,63 persen dari 28.232 (Oktober 2019) menjadi 24.384 (November 2019). "Penurunan jumlah penumpang berasal dari aktivitas penumpang datang (14,16 persen) dan penumpang berangkat (13,02 persen)," ujar Yomin.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved