Berita Kalsel

Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung Petani di Kalimantan Selatan, Ini Penjelasan Dinas Pertanian

Sodik resah dengan munculnya ulat-ulat di tanaman jagung hibrida miliknya di Bajuin. Ia langsung melaporkan munculnya ulat-ulat ke penyuluh pertanian

Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung Petani di Kalimantan Selatan, Ini Penjelasan Dinas Pertanian
Istimewa
Pak Galam petani Bajuin memperlihatkan jagung hibrida yang sudah berkembang. 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Sodik resah dengan munculnya ulat-ulat di tanaman jagung hibrida miliknya di Bajuin. Ia langsung melaporkan munculnya ulat-ulat ke penyuluh pertanian setempat.

"Tidak tau kok tahun ini ada, padahal tahun kemarin tidak ada ulat," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (3/1/2020).

Biasanya usai musim penghujan sebutnya tak ada ulat, namun tahun ini muncul ulat di kebunnya.

Ulat bahkan menyerang kebun jagung miliknya hingga 60 persen dari total satu hektare lahan jagung yang ditanam.

"Cuma di kebun jagung milik saya di Bajuin yang besar diserang, yang di Gunung Melati kecil saja, di Sumber juga kecil saja," ujarnya.

Penyebab Gus Dur Lengser dari Kursi Presiden Terkuat, Penulis Ini Sebut Bermula dari Arsip Sampah

Setelah Kepergok Gerayangi Perempuan, Begini Pengakuan Blak-Blakan Pelaku Begal Payudara Surabaya

VIRAL Gadis Jateng Ajak Pria Bercinta di Rumah Majikan, Ngaku Konglomerat & Jemput Pakai Mobil

Saat ia mengaku menanyakan ke teman-temannya sesama petani jagung hibrida jelasnya juga ada yang diseranh ulat dan ada juga yang tidak diserang.

Namun penanganan ulat sebutnya sudah dibantu oleh penyuluh pertanian setelah ia melapor.

"Sudah dibasmi dengan bahan kimia," ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Tanahlaut Achmad Mustahdi mengatakan memang ada serangan ulat grayak atau ulat tentara di kebun jagung namun masih dalam jumlah kecil.

Ulat ini terangnya memang muncul usai musim kemarau panjang atau adanya cuaca ekstrim. Ulat tersebut jelsnya memang berbahaya jika dalam jumlah besar, namun kasusnya di Tanahlaut ulat hanya dalam jumlah kecil.

"Per spot-spot saja, tidak besar dan sudah dibasmi duluan oleh penyuluh kita," ujarnya.

Petani yang mendapati ulat di kebun jagungnya sebut Mustahdi tak perlu risau. Segera melapor ke penyuluh agar dicarikan solusinya.

Seperti diketahui Kabupaten Tanahlaut menjadi daerah dengan lahan pertanian jagung hibrida terbesar di Kalsel bahkan menjadi tiga terbesar penanaman jagung hibrida di Indonesia.

Namun dengan adanya serangan ulat grayak ini Mustahdi mengatakan takkan mempengaruhi produksi atau panen jagung hibrida nanti.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved