Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pemakzulan Presiden AS, Sri Mulyani: Waspadai Pelemahan Ekonomi

Pemakzulan (impeachment) yang diajukan DPR Amerika Serikat terhadap Presiden Donald Trump, dikhawatirkan berdampak bagi Indonesia.

SALON.COM
Donald Trump. 

"Mereka bahkan seharusnya tidak diizinkan melakukan pemakzulan karena didasarkan pada ketidakjujuran," tambah Trump.

Presiden Trump juga meminta para pendukungnya untuk tidak memilih Pelosi kembali, dikutip dari CNN. "Orang Amerika akan muncul dalam jumlah puluhan juta tahun depan untuk 'menendang' Pelosi dari jabatannya," kata Trump di Michigan.

Pendukungnya berteriak menjawab pidato Trump, "Empat tahun lagi!" merujuk pada pilpres 2020, dikutip dari Reuters.

Malam menjelang pemakzulan itu, Presiden Donald Trump mengirim surat penuh kemarahan kepada Ketua DPR AS, Nancy Pelosi. Dalam surat penuh kemarahan itu, Trump menuduh si Ketua DPR AS "mengumumkan perang terhadap demokrasi".

"Engkau telah merendahkan dengan menganggap penting sebuah kata yang jahat, pemakzulan!" tulis presiden 73 tahun itu.

Dalam surat sepanjang enam halaman itu dilansir BBC Rabu (17/12), Trump mengkritik proses Pelosi. Dia mengklaim telah "Dicabut dari proses dasar Konstitusi AS melalui pemakzulannya", dengan haknya untuk menyajikan bukti disanggah.

"Proses yang lebih adil diberikan kepada mereka yang dituduh sebagai penyihir dalam pengadilan di Salem," katanya. Klaim itu langsung dibantah Wali Kota Salem, Kim Driscoll, melalui kicauannya di Twitter di mana dia meminta Trump membaca sejarah.

Dia menyatakan, peristiwa pengadilan penyihir Salem yang terjadi 1692 silam adalah korban tak bisa menyajikan bukti, dan tak punya kekuasaan. "Karena itu dia digantung. Sementara pemakzulan 2019 si pelaku adalah orang berkuasa dengan bukti bisa disajikan," katanya.

Selain itu dilaporkan BBC, Komisi Yudisial DPR AS sempat mengundang Trump maupun kuasa hukumnya untuk menghadiri sidang. Saat itu, komisi yudisial mempersilakan tim presiden membeberkan bukti sekaligus mempertanyakan proses sidang, tetapi undangan itu ditolak.

Kepada awak media di Washington, Nancy Pelosi mengaku belum membaca surat itu secara utuh. Namun, dia bisa memahami "isinya". Dalam pernyataannya jelang hari pemakzulan, dia menuturkan DPR AS bakal menerapkan salah satu mandat yang diberikan konstitusi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved