Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pemakzulan Presiden AS, Sri Mulyani: Waspadai Pelemahan Ekonomi

Pemakzulan (impeachment) yang diajukan DPR Amerika Serikat terhadap Presiden Donald Trump, dikhawatirkan berdampak bagi Indonesia.

Editor: Mustain Khaitami
SALON.COM
Donald Trump. 

Sri Mulyani mengungkapkan, dengan berbagai ketidakpastian tersebut, pelaku ekonomi akan lebih cenderung menahan aksi dalam melakukan kegiatan ekonomi. Misalnya saja, konsumen akan cenderung menahan konsumsi dan mencadangkan dana yang dimiliki karena kekhawatiran prospek ekonomi ke depan tidak lebih baik.

Begitu pula pengusaha yang cenderung akan menahan investasi. "Keputusan untuk menahan ini akan memperlemah ekonomi. Pada 2019, ekonomi hampir setiap negara mengalami perlemahan karena tidak pasti, baik berasal dari ekspor maupun impor, kemudian merembes ke konsumen rumah tangga maupun investasi perusahaan," kata dia.

Namun demikian, Sri Mulyani masih tetap optimistis dengan realisasi kinerja ekonomi dalam negeri pada akhir tahun yang hanya tinggal dua pekan lagi. Desember ini ada faktor musiman, yaitu libur akhir tahun Natal dan tahun baru yang bakal mendorong ekonomi domestik.

"Dari sisi penerimaan pajak sektor-sektor tertentu menunjukkan adanya penguatan. Ini nanti bagus untuk masuk pada 2020. Namun, kewaspadaan harus kita tingkatkan," ujar dia.

Hal menarik, politisi Demokrat yang juga maju sebagai bakal calon presiden, Tulsi Gabbard, memutuskan untuk abstain dalam voting tersebut. Tulsi sepakat dengan fakta Trump sudah melakukan kesalahan sehingga proses pemakzulan itu harus dijalankan.

"Namun, di sisi lain, saya yakin bahwa proses pemakzulan ini haruslah bukan karena sikap salah satu kubu, yang kemudian menyebabkan bangsa ini terpecah," paparnya.

Surat Kemarahan

Presiden Donald Trump menyebut Demokrat telah melakukan bunuh diri politik karena telah memakzulkannya, dalam pidato di depan pendukungnya di Michigan. DPR AS telah mengesahkan dua pasal pemakzulan Trump, menjadikan Trump presiden Amerika Serikat ketiga yang dimakzulkan.

"Rasanya tidak benar-benar seperti kita dimakzulkan," kata Trump membuka kampanye di Battle Creek, Michigan, dikutip dari CBS News.

"Demokrat menyatakan kebencian dan penghinaan mendalam mereka untuk pemilih Amerika," kata Trump disambut pendukungnya. "Mereka sudah mencoba untuk memakzulkan saya sebelum saya akhirnya lolos."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved