Kalteng Kita

Dari Jagong Masalah Haji dan Umroh, Bagaimana Nasib Embarkasi Haji Antara Kalteng?

Bertajuk Jagong Masalah Haji dan Umroh (Jamaroh), sejumlah agenda peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dan umroh duduk dalam satu meja.

Dari Jagong Masalah Haji dan Umroh, Bagaimana Nasib Embarkasi Haji Antara Kalteng?
Istimewa
Sejumlah pembicara pada Jagong Masalah Haji dan Umroh (Jamaroh) yang digelar Kanwil Kemenag Kalteng, Kamis (19/12/2019). Sejumlah agenda peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dan umroh duduk dalam satu meja. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Layanan penyelenggaraan haji dan umroh merupakan agenda pemerintah yang setiap tahun menjadi perhatian.

Tak heran, upaya perbaikan pun menjadi pekerjaan rumah yang seakan tak pernah habis.

Kamis (19/12/2019), pejabat Kementerian Agama, Pemprov Kalteng, serta kalangan pengusaha travel haji dan umroh, menggelar pertemuan bersama.

Bertajuk Jagong Masalah Haji dan Umroh (Jamaroh), sejumlah agenda peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dan umroh duduk dalam satu meja.

Jamaah Haji Terakhir dari Kalteng Tiba, Ini Harapan Kepala Kanwil Kemenag

Ditalak Suami, Jenita Janet Kini Siap Jadi Janda, Ini Videonya

Viral Foto Seekor Kucing Digantung di Pohon, Cat Lover Marah dan Lakukan Ini

"Pada dasarnya, pertemuan ini antara lain diharapkan dapat mendapatkan masukan dari masyarakat sehingga diperoleh rumusan upaya perbaikan dan pelayanan bagi jamaah haji dan umroh di masa yang akan datang," ujar Ketua Panitia Hasan Basri.

Dalam dialog, sejumlah peserta sangat berharap agar Pemprov Kalteng kembali mengoperasikan Embarkasi Haji Antara di Palangkaraya.

Pada musim haji 2019, jamaah haji Kalteng terpaksa harus menggunakan jalur darat menuju embarkasi Syamsuddin Noor Banjarmasin.

Kondisi ini tentu sangat melelahkan, terutama bagi jamaah yang berusia lanjut dan berasal dari wilayah barat, karenan perjakanan yang harus ditempuh cukup jauh.

Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kalteng Nurul Edy, menyebut tingginya animo masyarakat Kalteng untuk berhaji terlihat dari daftar tunggu yang cukup panjang.

Kondisi ini sebenarnya menjadi perhatian Gubernur Kalteng, sehingga ada beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah provinsi.

"Seperti kebijakan gubernur dengan mengarahkan agar warga berumroh ketimbang menunggu terlalu lama berangkat haji. Ini sebagai solusi dari pemerintah," kata Nurul Edy.

Pemprov Kalteng sendiri ingin memberikan pelayanan secara optimal dalam pelayanan haji. Termasuk juga dengan akan mengembalikan embarkasi haji antara di Palangkaraya.

"Kalteng siap melakukan pembenahan jika Bandara Tjilik Riwut ingin ditingkatkan menjadi embarkasi penuh apabila menteri Agama menyetujui. Tentunya, di antara syarat jamaah yang diberangkat melalui embarkasi tidak harus sampai 5 ribu karena kuota haji Kalteng yang luanya 1,5 Pulau Jawa kita juga tidak sampai sebanyak itu," kata Nurul Edy.

(Tribunkalteng.com/ Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved