Jiwasraya Gagal Bayar Nasabah Rp 12,4 Triliun, Menteri Keuangan Minta KPK Turun Tangan

Kewajiban membayar polis Rp 12,4 triliun tak bisas dilakukan perusahaan asuransi pemerintah, Jiwasraya.

Instagram @kendraparamita
Jiwasraya Gagal Bayar Nasabah Rp 12,4 Triliun, Menteri Keuangan Minta KPK Turun Tangan 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kewajiban membayar polis Rp 12,4 triliun tak bisa dilakukan perusahaan asuransi pemerintah, Jiwasraya.

Jiwasraya tak bisa memastikan apakah bisa membayar kewajiban kepada pemegang polis yang jatuh tempo.

Ketidakmampuan ini diungkapkan langsung oleh direktur utama, Hexana Tri Sasongko.

“Jiwasraya tak bisa membayar (polis) karena sumbernya dari corporate action. Saya minta maaf ke nasabah (pemegang polis),” kata Hexana dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (16/12).

Dia berharap pada investor. Itu pun pembayarannya dicicil.

Jiwasraya, menurut Hexana, sejatinya memiliki aset.

Namun aset yang sebelumnya senilai Rp 25 triliun kini menyusut menjadi Rp 2 triliun.

Menggiurkan! Ini Panduan Besaran Gaji Karyawan Bank dan Asuransi di Indonesia 2018

Dosen dan Mahasiswa Ini Ditemukan Alat Penjernih Sungai Tercemar Limbah, Begini Cara Kerjanya

Ramalan Zodiak Selasa 17 Desember 2019, Taurus Bikin Kagum Atasan, Sagitarius Gila Kerja

“Saat ini, aset jiwasraya yang tersedia tidak bisa diandalkan untuk itu. Ada beberapa inisiatif dan saya enggak bisa detailkan sekarang,” kata yang dalam pertemuan juga mengatakan saat masuk Jiwasraya, kondisi perusahaan sudah buruk.

Hexana menjelaskan coorporate action Jiwasraya dilakukan secara hati-hati.

Dengan alasan itu, rapat Jiwasraya dengan Komisi VI sesi kedua terpaksa dilakukan tertutup.

“Intinya kalau untuk bisa menyelesaikan harus perlu dari corporate action, timetable-nya masih proses,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah melakukan evaluasi terhadap anak usaha Jiwasraya, yakni Jiwasraya Putra, yang memiliki nilai aset sekitar Rp 9 triliun.

Jiwasraya Putra ini merupakan usaha patungan dengan Bank BTN, Telkomsel, Pegadaian dan KAI.

Di sini Jiwasraya memiliki saham 65 persen. Rencananya aset perusahaan ini dilepas kepada sejumlah investor strategis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved