Belum DPO, Pelaku Persekusi Banser NU Melarikan Diri Setelah Video Viral

Pria berinisial H yang merupakan pelaku persekusi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama diduga melarikan diri.

YOUTUBE via Tribunjateng.com
Dua Anggota Banser Dikafirkan Gegara Menolak Teriak Takbir, Trending Twitter. 

"Menurut sahabat Eko, pelakunya satu orang.

Dia mem-vlogging kejadian tersebut dengan HP sendiri," tutur Syaiful.

Video itu pun telah viral di media sosial.

Dalam video tersebut, dua anggota Banser NU disebut kafir oleh pelaku.

Pelaku meminta identitas dan menanyakan kehadiran Eko dan Wildan di Jakarta.

Seorang anggota Banser menjawab bahwa kehadirannya untuk mengawal KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

Pria itu kemudian meminta dua anggota Banser mengucapkan takbir secara bersamaan.

Namun, permintaan itu ditolak.

"Lu Islam bukan?" kata pria tersebut.

Atas kejadian tersebut, dua anggota Banser yang menjadi korban persekusi telah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

PBNU Apresiasi 2 Anggota Banser Tidak Terprovokasi Saat Dipersekusi

PBNU menyampaikan keprihatinannya terkait peristiwa yang menimpa dua orang Kader Banser Kota Depok, Eko Sutriyo dan Wildan.

Dua anggota Banser itu sebelumnya tetap tenang dan tidak terprovokasi, saat dipersekusi orang tak dikenal di Pondok Pinang.

Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini menegaskan pihaknya prihatin bahwa pemahaman agama disertai kebencian masih saja terjadi.

"Prihatin bahwa pemahaman keagamaan yang disertai kebencian masih saja terjadi, bahkan menggunakan takbir secara keliru," kata Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya yang diterima TribunJakarta, Rabu (11/12/2019).

Helmy Faishal Zaini berharap masyarakat bisa mencontoh Eko dan Wildan apabila menjumpai situasi yang sama.

"Mengapresiasi kapada Saudara Eko dan Wildan yang tidak terpancing provokasi. Hendaknya hal seperti ini dapat menjadi contoh bagi yang lainnya," lanjut Helmy Faishal Zaini.

Ketua PP GP Ansor Syaiful Rahmat Dasuki (tengah) saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Helmy Faishal Zaini juga meminta aparat kepolisian agar mengusut pelaku persekusi.

Helmu tidak lupa mengimbau segenap warga NU agar tetap temang dan tidak terpancing. Tetap jaga kondusivitas demi tercapaianya kehidupan berbangsa yang damai.

"Islam adalah agama yg mengajak kepada perdamaian, kemanusiaan, toleransi. Takbir adalah kalimat suci yang justru setiap insan harus menjaganya dengan perbuatan dan akhlak," pungkas Helmy Faishal Zaini.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunjakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved