Kabar Katingan

Pemenggal Kepala Bocah SD di Katingan Hulu Terancam Hukuman Mati

Amat (37), terduga pelaku pembunuhan bocah 12 tahun berinisial H di Desa Tumbang Mahub, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah

Pemenggal Kepala Bocah SD di Katingan Hulu Terancam Hukuman Mati
KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN
Polisi Ringkus Pelaku Pemenggal Kepala Siswa Sekolah Dasar 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Amat (37), terduga pelaku pembunuhan bocah 12 tahun berinisial H di Desa Tumbang Mahub, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, masih menjalani pemeriksaan intensif.

Kasus yang cukup menyita perhatian warga Kalteng itu sendiri ditangani Polres Katingan. Namun apakah ada korban lain yang menjadi sasaran kelainan seks Amat, ini yang masih dalam pengembangan penyidik.

Penanganan kasus pembunuhan dan pencabulan terhadap bocah di Katingan Hulu yang dilakukan oleh Amat (37) seorang pencari kayu di hutan ini, terus di dalami polisi, apalagi diduga pelaku mengidap pedofil, sehingga polisi terus mendalami kasus yang menghebohkan warga Kalimantan Tengah tersebut.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan, saat ini penanganan kasus dilakukan oleh Polres Katingan, sehingga setelah dilakukan ekspos kasusnya di Polda Kalteng, tersangka langsung diserahkan lagi ke Polres Katingan untuk proses lebih lanjut.

Kronologi Pembunuhan Bocah SD di Katingan Hulu, Kepala Korban Dimasukkan ke Karung

Bocah SD Dipaksa Ibu Kandung Mengemis, Dipukul Jika Setoran Kurang Rp 50 Ribu Sehari

Kompleks TNI Diteror Isu Bom Pipa, Pelajar SMA Diamankan

Lebih jauh dia menerangkan, tindakan seks menyimpang yang dilakukan oleh pelaku dengan melakukan pencabulan terhadap korban hingga melakukan pembunuhan sadis dengan memenggal kepala korban, masih terus dikembangkan polisi.

"Ada laporan dari warga pelaku sering melakukan tindakan pencabulan terhadap anak, ini juga masih kami dalami terus. Polres Katingan terus melakukan pendalaman kasus. Untuk ancaman hukuman terhadap korban yakni hukuman seumur hidup hingga hukuman mati," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyah, mengatakan, hingga saat ini pelaku melakukan tindakan pencabulan terhadap anak tersebut baru ketahuan satu orang saja, tetapi ada satu anak lagi yang mengaku juga sempat ingin dicabuli pelaku.

"Kami masih dalami dan kembangkan lagi kasus ini. Memang, ancaman hukuman bagi pelaku bisa saja sampai kepada hukuman mati, tapi itu akan ditentukan dalam persidangan di pengadilan," ujarnya.

(Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved