Mantan Kepsek Rayu Sejumlah Siswi Lewat SMS, Orang Tua Sampai Resah

Terkait tuntutan dari para orangtua siswa, hanya ingin agar DNT jujur, sehingga permasalahan menjadi lebih jelas.

via Tribunpekanbaru.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Sebuah pesan yang dikirim oknum mantan kepala sekolah bikin resah orang tua siswa di Buleleng Bali.

Bagaimana tidak. Isi pesan tersebut berupa rayuan yang ditujukan kepada beberapa siswi SMP.

Hal ini membuat orangtua yang menitipkan anaknya di satu SMP ketakutan.

Mereka sampai mendatangi dinas setempat dan anggota DPRD Buleleng karena keresahan itu.

Penyebab resah adalah prilaku oknum kepala sekolah yang baru saja pensiun.

Oknum berinisial DNT ini disebut-sebut mengirim pesan rayuan pada sejumlah muridnya.

Hubungan Intim di Sekolah, Hubungan 3 Pasang Guru-Siswi SMP Terungkap dari Curhat, Ada yang Hamil

Pengakuan Saksi Mata Saat Ledakan di Monas, Mariyati: Kenceng Banget

Jenis-jenis Ponsel Ini Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp per 1 Februari 2020, Bagaimana Milik Anda?

Informasi warga sekitar, ada 10 anak yang mendapat rayuan dari sang oknum.

Kemudian, saat mengadu ke dinas setempat ada tiga anak yang mengaku mendapat rayuan sang oknum.

Sedangkan anggota DPRD setempat, mengaku baru ada satu siswi yang mengadu.

Orangtua korban mengaku kaget atas apa yang dilaporkan anaknya perihal perilaku sang oknum.

"Kurang lebih isinya itu mirip mantan pacarnya (DNT)'" ujar seorang sumber. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Darmaja tidak menampii jika oknum kepala sekolah yang baru pensiun berinisial DNT telah mengirim pesan singkat bernada rayuan kepada sejumlah siswinya sejak seminggu belakangan ini.

Namun Gede Darmajaya baru mengetahui hal tersebut pada Senin (2/11/2019), atau sehari setelah sang kepala sekolah pensiun.

Sehingga pihaknya mencoba untuk menggali keterangan langsung dari DNT serta orangtua siswa.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved