Bisnis dan Ekonomi

Lagi 125 Fintech Ilegal Ditemukan, Beredar Lewat Website, Aplikasi, Sampai SMS

Kegiatan fintech peer to peer (p2p) lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK, kembali ditemukan Satgas Waspada Investasi.

Lagi 125 Fintech Ilegal Ditemukan, Beredar Lewat Website, Aplikasi, Sampai SMS
shutterstock.com
Fintech 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kegiatan fintech peer to peer (p2p) lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK, kembali ditemukan Satgas Waspada Investasi.

Hingga akhir November, Satgas Waspada Investasi menemukan 125 entitas yang melakukan kegiatan fintech lending ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, kegiatan fintech P2P lending ilegal masih banyak beredar lewat website maupun aplikasi, serta penawaran melalui sms.

"Kami meminta masyarakat berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer to peer lending itu telah terdaftar di OJK atau belum,” katanya, melalui keterangan persnya, Selasa (3/12).

Investasi Digital Uang Kripto, Modal mulai Rp 50 Ribu hingga Ada yang Dihargai Rp 80 Juta, Tertarik?

Jenis-jenis Ponsel Ini Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp per 1 Februari 2020, Bagaimana Milik Anda?

Pernikahan di Tengah Banjir, Istri Pertama Doakan Pasangan Pengantin

Sebelumnya pada 7 Oktober 2019, Satgas Waspada Investasi telah menindak 133 entitas fintech p2p lending ilegal, sehingga total entitas fintech P2P lending ilegal yang ditangani sampai dengan November 2019 sebanyak 1.494 entitas.

Sementara itu jika dihitung sejak 2018, total entitas fintech P2P lending ilegal yang sudah ditindak Satgas Waspada Investasi hingga November 2019 sebanyak 1.898 entitas.

Satgas Waspada Investasi juga tercatat menghentikan 182 kegiatan investasi bodong hingga akhir November 2019. Tongam menyatakan, 182 entitas itu berbahaya, karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Dari 182 entitas tersebut antara lain tercatat sebanyak 164 melakukan perdagangan forex tanpa izin, delapan investasi money game, dua equity crowdfunding ilegal, dan dua multi level marketing tanpa izin.

Selain itu juga satu perdagangan kebun kurma, satu investasi properti, satu penawaran investasi tabungan, satu penawaran umrah, satu investasi cryptocurrency tanpa izin, dan satu koperasi tanpa izin.

Total investasi bodong yang telah dihentikan Satgas Waspada Investasi selama 2019 sebanyak 444 entitas. Meski demikian, ada satu entitas yang sebelumnya ditindak telah mendapatkan izin usaha, yaitu PT Sinergi Rezeki Ananta.

Tongam berujar, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk 13 kementerian/lembaga.

“Kami mengajak semua anggota satgas untuk semakin aktif bersama-sama melakukan pencegahan maraknya fintech peer to peer lending ilegal dan invetasi ilegal untuk melindungi kepentingan masyarakat,” ucapnya. (Kompas.com/Rina Ayu Larasati)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved