Kalteng Kita

Bisnis Transportasi Udara di Kalteng Mulai Bergairah, Frekuensi Penerbangan Naik

Beberapa warga Sampit dan Palangkaraya mengaku, bepergian menggunakan pesawat saat harga tiket murah terutama pada hari-hari-hari tertentu.

Bisnis Transportasi Udara di Kalteng Mulai Bergairah, Frekuensi Penerbangan Naik
tribunkalteng.com/faturahman
Ilustrasi - Penumpang pesawat Garuda Indonesia di Bandara Tjilik Riwut. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Geliat penerbangan di Kalimantan Tengah kembali dirasakan setelah sempat sepi lantaran harga tiket pesawat yang melabung tinggi.

Pada hari-hari tertentu, wargapun mulai kembali menggunakan angkutan pesawat untuk bepergian keluar kota.

Beberapa warga Sampit dan Palangkaraya mengaku, bepergian menggunakan pesawat saat harga tiket murah terutama pada hari-hari-hari tertentu.

Tadinya, saat harga tiket pesawat tinggi, warga memilih naik kapal laut.  Saat ini setelah harga terjangkai, mereka kembali naik pesawat terbang untuk bepergian ke Pulau Jawa.

"Dulu, kami males naik pesawat memilih naik kapal laut untuk bepergian ke Surabaya atau Semarang, karena setiap hari harga tiket peswat tinggi, rata-rata diatas Rp 1 jutaan tapi sekarang, harganya bisa lebih murah bisa dibawah Rp 1 jutaan, meski pada hari tertentu saja," ujar Romy, salah satu warga Sampit, Selasa (3/12/2019).

Turun 50 Persen pada 30 Persen Jumlah Kursi, Ini Daftar Rute Tiket Pesawat Citilink dan Lion Air

Update Perolehan Medali SEA Games 2019 Sampai Selasa Pagi, Idonesia Raih 6 Medali Emas

Dua Warga Sampit Ditangkap, Neneng Kedapatan Sedang Meracik Sabu

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, melakukan pendata jumlah penerbangan di Bandara H asan Sampit, Bandara Tjilik Riwut maupun Bandara Iskandar Pangkalanbun, yang kembali mulai bergairah.

"Bulan Oktober 2019, frekuensi penerbangan pesawat rata-rata bertambah 17 kali perhari. Frekuensi penerbangan naik 41,58 persen dari 1.265 penerbangan pada Bulan September 2019, menjadi 1.791 penerbangan pada Oktober 2019 yang lalu," ujar Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri.

Sedangkan, jumlah penumpang melalui transportasi udara naik 18,66 persen dari 112.420 orang pda Bulan September 2019, menjadi 133.401 orang Pada Bulan Oktober 2019.

"Arus lalu lintas barang melalui udara naik 11,62 persen dari 1.231 ton pqda Bulan September 2019 menjadi 1.374 ton Pada Bulan Oktober 2019. (Tribunkalteng.com / faturahman)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved