Breaking News:

Jokowi Umumkan Staf Khusus Presiden, Nama Ali Mochtar Ngabalin Tak Ada Lagi dalam Daftar

Presiden Joko Widodo Rresmi memerpkenalkan tujuh milenial sebagai staf khususnya di teras Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/11/2019).

YOUTUBE
Ali Ngabalin tanggapi kasus Novel Baswedan yang dibawa ke Kongres Amerika 

3 Arif Budimanta: Staf Khusus Bidang Ekonomi

4 Diaz Hendropriyono: Staf Khusus Bidang Sosial

5 Dini Shanti Purwono: Staf Khusus Bidang Hukum

6 Fadjroel Rachman: Staf Khusus Bidang Komunikasi/Jubir Presiden

3. Ali Ngabalin Tak Masuk Daftar

Dari nama-nama staf khusus presiden yang diumumkan kemarin tak ada nama Ali Mochtar Ngabalin.

Sebelumnya dia disebut-sebut akan masuk jajaran staf khusus Jokowi.

Terlebih dia kerap dipercaya berbicara ke publik atas nama Istana Kepresidenan RI.

Sebelumnya  Ali Mochtar Ngabalin menjabat sebagai tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP).

Sebelum masuk istana, Ali Mochtar Ngabalin adalah sosok yang kerap mengkritisi pemerintahan Joko Widodo.

Contohnya, saat Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi hanya pencitraan terkait penolakan pembelian mobil Mercy pada tahun 2014.

Politikus yang lahir pada 25 Desember 1968 itu bekerja di bawah Deputi IV KSP yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi.

Tugasnya mengkomunikasikan segala pencapaian pemerintah.

Adapun alasan Ali Mochtar Ngabalin bersedia masuk dalam jajaran pemerintaan karena ingin menjadi penyambung antara pemerintah dan ulama.

Lagi pula, ia menyebut tak ada yang abadi dalam politik.

"Ya, politik itu kan sebetulnya dinamis. Saya pikir teman-teman di media tahu politik itu dinamis. Itulah khasanah politik yang membuat kita menjadi kaya," katanya beberapa waktu lalu.

4. Profil Ali Ngabalin

Ali Mochtar Ngabalin adalah mantan anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009. Saat itu ia masih menjadi anggota dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Ia kemudian pindah ke Partai Golkar pada tahun 2010.

Lalu memutuskan mengundurkan diri dari Partai Golkar pada 2018.

Keputusan tersebut didasari Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-01/MBU/2004 melarang komisaris BUMN menjadi pengurus partai politik.

Ngabalin pernah menjadi anggota tim sukses (timses) pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.

Ali Mochtar Ngabalin merupakan lulusan pasca sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI).

Setelah itu ia meraih gelar doktornya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Berikut rinciannya:

1. SD Inpres Fak-Fak (1980)

2. Madrasah Tsanawiyah Fak-Fak (1983)

3. Madrasah Aliyah Fak-Fak (1986)

4. Mualimin Muhammadiyah Makassar

5. IAIN Alauddin Makassar UP (1994)

6. PPS. Ilmu Komunikasi UI (2001)

7. Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (2013).

Dalam kariernya, Ali Mochtar Ngabalin diketahui sebagai mubaligh dan pimpinan pondok pesantren.

Tak hanya itu, ia juga aktif mengajar sebagai dosen luar biasa di sebuah institut agama Islam.

Selain jadi politisi, Ali juga sempat menjadi sebagai Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) serta menjabat direktur eksekutif di sejumlah lembaga nirlaba.

Ali Mochtar Ngabalin sudah menikah dengan seorang perempuan bernama Heny Muis Bakkidu.

Dari pernikahan tersebut, ia sudah dikaruniai empat orang anak. 

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved