Kuli Bangunan Syok Ditagih Pajak Mobil Mewah 200 Juta, Waspada KTP Dipinjam

Dugaan pencatutan nama orang lain dengan menggunakan identitas berbeda, menjadi modus pengemplang pajak untuk menghindari kewajiban.

Kuli Bangunan Syok Ditagih Pajak Mobil Mewah 200 Juta, Waspada KTP Dipinjam
Warta Kota/Desy Selviany
Kuli Bangunan Syok Ditagih Pajak Mobil Mewah 200 Juta, Modus Pengemplang Pajak 

TRIBUNKALTENG.COM - Dugaan pencatutan nama orang lain dengan menggunakan identitas berbeda, menjadi modus pengemplang pajak untuk menghindari kewajiban.

Peristiwa ini pula yang terjadi pada Dimas Agung Prayitno (21). Sejak Agustus 2019 lalu, beberapa kali pria yang menjadi kuli bangunan ini menerima surat tagihan tunggakan pajak mobil mewah.

Harga mobilnya pun fantastis, yakni mencapai Rp 20 miliar!

Padahal satu kendaraan pun ia tidak punya. Pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu mengaku kaget saat menerima surat dari Samsat Jakarta Barat.

Dimas mengatakan, kemungkinan namanya dicatut oleh mantan bosnya.

Wajib Tahu, Pemilik Kendaraan yang Tunggak Pajak Kendaraan Bisa Disanksi Denda dan Kurungan

Pelaku Teror Sperma Sebelum Tempelkan Cairan ke Pipi Korbannya, Korban Trauma

Ungkap Kepribadianmu, Mana dari 4 Pasangan Ini yang Selingkuh?

Seingat Dimas Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya pernah dipinjam seorang teman pada tahun 2017 lalu.

"Mungkin dipakai untuk kepemilikan itu," ujar Dimas.

Dimas mengaku sudah tidak berkerja lagi di perusahaan tersebut.

Dulu ia berkerja sebagai petugas kebersihan.

"Terakhir bertemu bos saya itu tahun 2018, sekarang perusahaannya sudah tutup," kata Dimas.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved