Breaking News:

ATM BRI Dibobol Hanya dalam 10 Menit, 5 Pelaku Bawa Senjata Tajam hingga Senjata Api

Para pelaku, lanjut Eko, juga sempat merusak bagian bawah ATM yang berada di kantor BRI Unit Kalianda tersebut.

Banjarmasinpost
ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, KALIANDA – Aksi pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) milik BRI Unit yang berada di Jalan Radin Inten Kota Baru Kalianda, Lampung, terjadi Senin (18/11/2019 dini hari.

Mengutip Tribunlampung.com, lima pelaku diidentifikasi sebagai pelaku. Tak hanya bawa senjata tajam dan linggis, kawanan pelaku juga membawa senjata api.

Berdasarkan informasi yang diterima Tribunlampung.co.id, para pelaku ini datang menggunakan kendaraan mini bus dan langsung menuju ATM BRI yang berada tidak jauh dari pasar Kalianda tersebut.

“Tadi pagi sewaktu pulang dari pasar, di sekitaran kantor BRI unit Kota Baru Kalianda ramai polisi," kata Yayuk, warga Kalianda, Senin, 18 November 2019.

Sosok Pembobol Bank BNI Rp 124 Miliar, Hidup Super Mewah, Teman Ulang Tahun Dihadiahi Mobil

Nama Bayi Laki-laki Islami Beserta Artinya, Lengkap dari A Sampai Z

Tips Memilih Jawaban Soal Radikalisme di TWK CPNS 2019, Jangan Terjebak!

"Informasinya, ATM yang berada di kantor BRI Unit tersebut dibobol kawanan Perampok,” imbuh Yayuk.

Sementara itu petugas keamanan BRI unit, Eko mengatakan, ada 5 orang Perampok yang datang menggunakan kendaran mini bus.

Eko memastikan, para pelaku membawa senjata tajam dan linggis serta senjata api.

“Saat kejadian itu saya memantau dari CCTV. Para pelaku hanya mendapatkan uang reject (uang yang mengendap di mesin ATM) sekitar Rp 1 juta,” kata Eko.

Menurut Eko, para pelaku diduga hanya mengincar uang yang ada di ATM.

Karena, kata Eko, para pelaku hanya sekitar 10 menit beraksi.

Para pelaku, lanjut Eko, juga sempat merusak bagian bawah ATM yang berada di kantor BRI Unit Kalianda tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian.

Kapolsek Kalianda belum memberikan tanggapan, begitu juga dari pihak BRI belum ada keterangan resmi terkait peristiwa kawanan Perampok yang menyatroni ATM BRI unit Kalianda dini hari tadi. 

Perampok Diciduk Polisi

Aang Junaidi alias Aang (30), tak berkutik ketika diciduk Tim Unit Bunuh Culik (Buncil) Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut.

Pasalnya, pria yang mengaku warga Dusun II Naga Timbul Kelurahan Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang diduga sebagai pelaku perampokan di Jalan Thamrin Medan.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan, Aang diamankan di rumahnya pada Sabtu (19/10/2019) kemarin.
Sebelumnya, aksi nekat Aang hendak merampok dan melakukan kekerasan terhadap perempuan dalam mobil Pajero di Jalan Thamrin, Kamis (17/10/2019) lalu.

"Berdasarkan keterangan saksi dan penyelidikan petugas di lapangan, kamj berhasil menangkap tersangka di rumahnya," kata Kasubdit III/Jahtanras, AKBP Maringan Simanjuntak, Minggu (20/10/2019).

Lebih lanjut dijelaskan Maringan, tersangka sudah merencanakan terlebih dahulu sebelum menjalankan aksinya.

"Dia melihat korban, Ahwa alias Jeselin (30), wanita keturunan yang lemah dan tidak berani melakukan perlawanan."

"Tapi, perkiraan tersangka salah. Korban melakukan perlawanan hingga membuatnya berlumuran darah karena dianiaya tersangka menggunakan obeng dan digigit."

"Tersangka sudah mengamati situasi. Tersangka mengira korban wanita tidak akan melakukan perlawanan dan mudah dilumpuhkan," ungkapnya.

Masih dikatakan Maringan, ketika itu, korban memarkirkan mobil Pajero putih tersebut di Jalan Thamrin persis di samping Apotik Thamrin, Kelurahan Sei Rengas Kecamatan Medan Area.

Korban kemudian berbelanja di Pasar Ramai yang berada di belakang gedung Thamrin Plaza.

Setelah selesai, korban berniat pulang dan naik ke mobilnya.

"Tapi, begitu korban membuka pintu, tersangka langsung ikut masuk melalui pintu belakang kiri.

Dia langsung menodong dan menikam leher korban menggunakan obeng gagang hitam," katanya.

Tidak sampai di situ, aksi kejam pelaku yakni menyumbat mulut korban dengan kaos kaki miliknya dan mengikat kedua tangan wanita tersebut menghadap ke depan menggunakan tali yang sudah dipersiapkannya.

"Karena korban meronta, tersangka menggigit hidung korban sampai sobek dan mengeluarkan banyak darah.

Tersangka juga menggigit paha korban hingga terluka karena terus meronta," jelasnya.

Polisi berpangkat Melati dua di pundaknya ini menuturkan akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di hidung dan paha sebelah kiri luka.

"Tersangka mengakui perbuatannya melakukan pencurian dengan cara kekerasan dengan maksud merampas barang milik korban.

Karena diketahui saksi, tersangka langsung kabur," tuturnya.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti satu obeng gagang hitam, sepotong kaus kaki hitam, baju kaos lengan panjang abu-abu, satu celana panjang abu-abu, sepasang sandal dan tali plastik.

Terhadap pelaku, dipersangkakan Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke 4e dari KUHPidana Jo Pasal 53 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan (curas/perampokan) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Diberitakan sebelumnya warga yang beraktivitas di kawasan pertokoan Jalan Thamrin mendadak heboh, Kamis (17/10/2019).

Seorang wanita berkulit putih dikabarkan menjadi korban rampok di Jalan Thamrin Medan.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan di lokasi kejadian, korban bernama Jeseline yang saat kejadian masuk ke dalam mobil, tiba-tiba pelaku juga turut masuk ke dalam.

"Pelaku masuk ke dalam mobil, tiba-tiba pelaku masuk.

Jadi posisi mobil belum tertutup rapat makanya kami mendengar teriakan korban," ujar Dian seorang saksi kejadian itu saat ditemui di lokasi, Kamis (17/10/2019).

Dia menjelaskan, pelaku kabur.

Sementara itu korban mengalami luka di bagian wajah dengan darah yang masih mengucur.

Saat ini korban sudah menjalani perawatan dan telah dilarikan ke rumah sakit.

Saat Tribun Medan mengkonfirmasi terkait peristiwa tersebut kepada Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu ALP Tambunan mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

"Masih kami lidik dan dalami.

Korban masih mendapat perawatan medis, belum dapat kami mintai keterangan," jelasnya melalui WhatsApp.

Informasi lain yang berhasil dihimpun, korban bernama Jeseline warga Medan Petisah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Lebih lanjut dijelaskan Kanit, saat itu korban mau belanja ke Pasar Rame di belakang Thamrin Plaza.

"Sesampainya di Jalan Thamrin, korban memarkirkan mobilnya kemudian pergi berbelanja.

Setelah belanja, korban pun hendak pulang dan kembali ke mobil," katanya.

Setelah masuk ke dalam mobil, lebih lanjut dijelaskan Iptu ALP Tambunan, tiba-tiba ada satu orang laki-laki dengan ciri-ciri berbadan besar memakai kaos berwarna gelap masuk dari pintu belakang sebelah kiri.

"Diduga korban diancam pake obeng tepat di leher lalu diseret ke bangku samping sopir dan pelaku duduk di bangku sopir," ungkapnya.

Karena korban berontak.

Pelaku mengikat tangan korban lalu memukul bagian muka, kemudian menikam lengan korban bagian tangan kiri.

Namun korban terus meronta sehingga warga di tempat kejadian mendengar kegaduhan lalu membantu korban di saat masyarakat mendekati mobil pelaku melarikan diri arah Pajak Pasar Rame

Usai peristiwa korban pun dibawa ke rumah sakit Methodist dan dirunjuk lagi kerumah sakit Colombia.

"Korban mengalami luka di bagian paha sebelah kiri bekas gigitan pelaku.

Luka tusuk pake obeng di bagian tangan sebelah kiri dan bibir pecah.

Leher lembam karena dicekik pelaku," sambungnya.

(tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved