Kabar Kalimantan

Penajam Ibukota Pemerintahan, Istana Negara Dibangun di Kutai Kartanegara?

Sebagian daerah Penajam Paser Utara (Penajam Paser Utara) dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ditetapkan pemerintah sebagai kawasan Ibu Kota Negar

Kementerian PUPR
Visualisasi penjabaran dari visi kedua ibu kota negara. 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Sebagian daerah Penajam Paser Utara (Penajam Paser Utara) dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ditetapkan pemerintah sebagai kawasan Ibu Kota Negara baru.

Profesor Masjaya selaku rektor Universitas Mulawarman jadi salah satu tokoh yang mendukung Istana Negara dibangun di Kutai Kartanegara atau Kukar.

Sementara pusat pemerintahan Ibu Kota Negara berada di Penajam Paser Utara. Seperti ibu kota saat ini, dimana Jakarta jadi pusat pemerintahan sementara Istana Negara berada di kota Bogor.

"Supaya bisa lebih menghidupan aksebilitas. Ada 2 tempat tinggal pemerintah negara," tuturnya.

Ditanya lokasi yang representatif di Kukar, Masjaya mengaku tak bisa mengomentar hal tersebut. Lantaran bukan kewenangan dirinya

Peran Swasta Capai 81 Persen dalam Biayai Pemindahan Ibu Kota, Bakal Jadi Masalah di Kaltim?

Inggris dan Perancis Lolos ke Final, Portugal Tertunda, Berikut Hasil Kualifikasi Grup di Euro 2020

Jelang MotoGP Valencia, Jorge Lorenzo Mendadak Nyatakan Mundur, Ini Alasannya

"Secara ploting lokasi tak bisa beri komentar. Yang pasti kita bersyukur di Kaltim, keraifan lokal dan budaya diakomodir," ungkapnya.

Sementara, Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Diana Kusumastuti, pemerintah saat ini sedang menginventarisir beberapa kawasan alternatif Istana Negara di Ibu Kota Negara baru.

"Kalau istana, terus terang ada beberapa alteenatif. Saya tak bisa sebut di sini atau di sini. Karena kami masih harus lakukan desain," ungkapnya.

Ia membenarkan adanya dorongan masyarakat soal Istana Negara dibangun di Kukar.

Hal tersebut tentunya ditampung pemerintah dalam hal perencanaan dan perancangan pembangunan di kawasan Ibu Kota Negara baru; Kalimantan Timur.

"Dari Kementerian Sekretariat Negara ada kriteria dan guidance membangun istana. Mesti harua didiskusikan lebih lanjut. Zona di sini dan di sini itu boleh saja, tapi keputusan ada di pemerintah," jelasnya.

Lebih lanjut, Diana menyebut Istana Negara nantinya akan jadi kebanggaan masyarakat.

Pemilihan lokasi yang strategis, bisa menggambarkan keberagaman dan kekayaan yang dimiliki negara jadi salah satu poin. Selain keamanan bagi siapa pun presiden yang bakal tinggal di Istana Negara yang baru.

"Duduk di sana nyaman dan bangga. Kita harus bisa memperlihatkan di sekitar kita ada apa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved