MotoGP

Jelang MotoGP Valencia, Jorge Lorenzo Mendadak Nyatakan Mundur, Ini Alasannya

Lorenzo menjelaskan mengapa dirinya mengambil keputusan untuk pensiun lebih awal dari kontraknya yang baru akan berakhir di musim 2020.

Jelang MotoGP Valencia, Jorge Lorenzo Mendadak Nyatakan Mundur, Ini Alasannya
TWITTER.COM/DUCATIMOTOR
Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. 

TRIBUNKALTENG.COM, VALENCIA - Menjelang seri terakhir MotoGP 2019 digelar, rumors mengenai pensiunnya Jorge Lorenzo mendekati kenyataan.

Pria asal Spanyol tersebut mengadakan konferensi pers khusus dan menyatakan balapan akhir pekan ini menjadi yang terakhir kalinya.

Dalam konferensi pers ini, Lorenzo ditemani oleh CEO Dorna Carmelo Ezpelata. Lorenzo menjelaskan mengapa dirinya mengambil keputusan untuk pensiun lebih awal dari kontraknya yang baru akan berakhir di musim 2020.

Sebelumnya, muncul juga asumsi Lorenzo ingin beristirahat untuk memulihkan fisiknya untuk kembali lagi tahun 2021. Selama di Honda, prestasi terbaiknya hanya finis di posisi kesebelas.

MotoGP Valencia 2019 Terancam Batal, Terimbas Kisruh di Spanyol

Tiga Gol Cristiano Ronaldo ke Gawang Lituania di Euro 2020, Belum Loloskan Portugal ke Putaran Final

Wajib Tahu, Pemilik Kendaraan yang Tunggak Pajak Kendaraan Bisa Disanksi Denda dan Kurungan

"Saya selalu berpikir ada empat hari yang signifikan untuk seorang pebalap, yakni balapan pertamanya, kemenangan pertamanya, kejuaraan dunia pertamanya, dan hari di mana menyatakan pensiun," ujar Lorenzo, dikutip dari Crash.net.

Marc Marquez dan Jorge Lorenzo saat menghadiri acara peluncuran tim Repsol Honda.
Marc Marquez dan Jorge Lorenzo saat menghadiri acara peluncuran tim Repsol Honda. (REPSOL HONDA)

Kesulitan Lorenzo untuk beradaptasi dan tampil kompetitif di Honda adalah karena cedera yang dialaminya.

"Saya juga kesulitan di tahun pertama bersama Ducati, tapi saya lebih kesulitan kali ini bersama Honda, karena sebelum musim ini dimulai saya mengalami dua cedera parah tahun lalu," ujar Lorenzo.

Musim lalu, Lorenzo mengalami cedera cukup parah di bagian kaki saat berlaga di Aragon. Cedera parah lainnya dialami Lorenzo saat di Thailand, tepatnya di bagian pergelangan tangan.

"Lalu pada pra-musim tulang skafoid saya patah, di Qatar rusuk saya patah, dan kecelakaan di Catalunya, tapi yang terparah saat di Assen," kata Lorenzo.

Lorenzo mengaku tidak pernah merasa kondisinya 100 persen saat berada di atas motor, itu yang membuatnya tidak bisa tampil maksimal. Menurutnya, hal tersebut semakin mempersulitnya, karena tidak merasa nyaman di atas motor.

"Itu adalah yang saya rasakan saat ini bersama Honda. Saya tidak pernah benar-benar merasa aman, khususnya pada bagian depan motor. Ini adalah gabungan dari semuanya, tapi khususnya karena cedera, itu yang membuat situasi atau hasil saya semakin buruk," ujar Lorenzo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved