Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa, Garin Nugroho: Sudah Lulus Sensor

Penolakan dan penghentian paksa terhadap Film 'Kucumbu Tubuh Indahku', kembali terjadi.

Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa, Garin Nugroho: Sudah Lulus Sensor
Kompas.com/Ira Gita
Sutradara Garin Nugoho dalam jumpa pers dan screening film Kucumbu Tubuh Indahku di XXI Plaza Indonesia, Thamrin Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Penolakan dan penghentian paksa terhadap Film 'Kucumbu Tubuh Indahku', kembali terjadi.

SEtelah beberapa waktu lalu di Semarang, kali ini penolakan juga terjadi di Bandar Lampung.

Menanggapi hal itu, sutradara Garin Nugroho meminta pemerintah menindak tegas karena termasuk pelanggaran hukum.

"Pemerintah tindak tegas dong. Masukkan penjara yang melakukan tindakan pelanggaran hukum. Harapannya ya lakukan tindakan hukum sesuai prosedur hukum saja," kata Garin saat dihubungi Kompas.com via telepon, Rabu (13/11/2019).

Garin kecewa pada pemerintah yang selama ini terkesan hanya berkoar-koar soal pluralisme.

Ledakan Bom Terdengar Seperti Petir, Pelaku Bom di Polrestabes Medan 2 Orang

Guru Aniaya Anak Didik Berkebutuhan Khusus, Injak Kepala Siswa Ala Smackdown Hingga Tersungkur

Truk Tabrak Warung Jablay di Tambang Ulang Tala, Warga Salah Fokus ke Cewek Cantik Penjaga Warung

"Saya cuma kecewa saja sama pemerintah yang banyak mulutnya, tapi enggak pernah bertindak keras. Selalu mengusung pluralisme, tapi tindakannya tidak ada," ucapnya.

Garin menegaskan, film Kucumbu Tubuh Indahku sudah lulus sensor. Ia menyayangkan masih ada sejumlah pihak yang melakukan penghentian paksa pemutaran film.

Sebelumnya penolakan film yang dibintangi Randy Pangalila dan Sujiwo Tedjo juga pernah terjadi di Semarang.

"Aku enggak tahu sama sekali. Kalau di Semarang mereka menutup aku meminta walikota untuk turun tangan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho di Bandar Lampung dihentikan secara paksa oleh salah satu ormas keagamaan, Selasa (12/11/2019) siang.

Massa anggota ormas itu datang saat pemutaran film berlangsung di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) Kompleks PKOR Way Halim, sekitar pukul 13.00 WIB.

Adapun pemutaran film tersebut digelar oleh Klub Nonton.

Ormas tersebut menilai, film yang mewakili Indonesia pada Piala Oscar 2020 itu mengandung unsur yang dikhawatirkan merusak moral generasi muda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved