Habib Rizieq Dicekal, Menkopolhukam: Mengatur Negara Itu Dilema

Habib Rizieq Syihab menunjukkan surat pencekalan dari pihak pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi yang membuatnya tidak bisa pulang ke Ind

Kolase Tribunnews.com
Menko Polhukam Mahfud MD Tanggapi Soal Surat Pencekalan Habib Rizieq. 

TRIBUNKALTENG.COM - Habib Rizieq Syihab menunjukkan surat pencekalan dari pihak pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi yang membuatnya tidak bisa pulang ke Indonesia hingga kini.

Sementara, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku belum mengetahui soal surat pencekalan yang ditunjukkan oleh Habib Rizieq Syihab, pimpinan Front Pembela Islam (FPI).

Menko Polhukam yang menanggapi pernyataan Habib Rizieq, mengaku belum mengetahui adanya surat itu.

Mahfud mengatakan ingin melihat dan membuktikan dahulu adanya surat pencekalan itu.

Rekonsiliasi Prabowo dengan Jokowi, Syaratkan Pemulangan Rizieq Shibab dan Pembebasan Pendukung

Man City Vs Liverpool di Liga Inggris, Juventus Vs AC Milan di Liga Italia, Berikut Jadwal Live TV

Kalteng Putra Menang 3-1 dari PSM Makassar, Ini Klasemen Terbaru Liga 1 2019

"Jadi, surat pencekalan itu ada masalah yang disebutkan di situ kenapa harus dicekal. Jadi, saya belum tahu. Nanti saya mau lihat kalau memang ada surat pencekalan itu apa masalahnya," kata Mahfud MD di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Minggu (10/11/2019).

Menurut Mahfud, Rizieq Syihab adalah warga negara Indonesia, maka ia juga harus mendapat perlindungan dan perlakuan hukum yang sama.

Namun, dirinya juga menjelasakan negara mempunyai hak-haknya untuk mempertahankan eksistensinya.

Ia mengaku dalam setiap hukum selalu juga dihadapkan pada dilema.

"Jadi, di sini ada pertemuan mengatur hukum, mengatur negara itu memang selalu dihadapkan pada dilema. Pada satu sisi melindungi hak-hak asasi warga, pada satu sisi mempertahankan negara. Sehingga di sini menggunakan security dibawa pendekatan HAM," pungkasnya ketika ditemui awak media.

Menurut Mahfud, negara yang baik itu adalah yang bisa bertemu di tengah antara security-nya jalan, dan HAM dapat terlindungi.

Pihaknya juga menyebut dirinya akan terlebih dulu mencari tahu akan surat yang dibahas Rizieq Syihab tersebut.

Dirinya juga mengatakan akan meninjau ulang permasalahan yang terjadi dalam surat pencekalan itu.

"Kita pelajari dulu kasusnya ya, saya tidak tahu persis apa masalahnya, kenapa dicekal dan sebagainya. Kan sudah lama isu itu ya. Jadi kok baru sekarang suratnya ada, saya tidak tahu juga," kata Mahfud.

Mahfud mengaku tidak tahu atas surat tersebut yang baru muncul sekarang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved