Mahasiswa Kendari Tewas Akibat Ditembak, Brigadir AM Jadi Tersangka, Ini Bukti-buktinya

Hasil visum menunjukkan korban bernama Randi tewas akibat luka tembak. Sementara, Yusuf disimpulkan bukan karena luka tembak. Diketahui, Yusuf tewas d

Mahasiswa Kendari Tewas Akibat Ditembak, Brigadir AM Jadi Tersangka, Ini Bukti-buktinya
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Sumsel Melawan melakukan aksi solidaritas dengan menghidupkan lilin berbentuk SOS terkait tewasnya dua mahasiswa Kendari ketika melakukan demo pada 24 September 2019 lalu. Aksi solidaritas ini dilakukan di Jalan Sudirman tepatnya Bundaran Air Mancur (BAM) Palembang, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Pelaku penembakan terhadap Imawan Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) menjadi korban tewas dalam peristiwa unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, 26 September 2019 silam, terungkap.

Penyebab kematian mahasiswa itu diduga akibat perbuatan oknum anggota Reserse Kriminal Polres Kendari Brigadir AM dan saat ini ditetapkan sebagai tersangka atas jatuhnya korban jiwa.

Selain keduanya mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, dalam peristiwa saat itu seorang ibu hamil bernama Maulida Putri (23), juga menderita luka akibat tertembak di bagian kaki.

"Berdasarkan fakta-fakta tersebut, kami penyidik sudah melakukan gelar perkara dan menyimpulkan bahwasanya Brigadir AM telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Subdirektorat V Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Umum Polri Kombes (Pol) Chuzaini Patoppoi dalam konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).

Viral Polisi Bersepatu Tangkap Mahasiswa di Dalam Masjid, Keduanya Kini Ditahan di Ruang Khusus

Paru-paru, Jantung dan Lambung Bocor, Pembawa Baki Paskibra 2019 Meninggal Dunia

Dipergoki Selingkuh dengan Oknum Perwira Polisi, Mami Karaoke Usir Suaminya

Bukti-bukti

Salah satu bukti memberatkan adalah hasil uji balistik terhadap proyektil dan selongsong yang ditemukan.

Patoppoi mengungkapkan, tim uji balistik menemukan kecocokkan antara peluru dan selongsong tersebut dengan senjata yang digunakan Brigadir AM.

"Hasil uji balistik kami ini menyimpulkan, dua proyektil dan dua selongsong peluru yang dilakukan pemeriksaan, identik dengan senjata api jenis HS yang diduga digunakan oleh Brigadir AM," ungkap Patoppoi.

Dalam kejadian itu sendiri, tim investigasi Polri mengamankan tiga proyektil peluru serta enam selongsong. Tiga dari enam selongsong itu didapatkan dari Ombudsman wilayah Sulawesi Tenggara.

Meski demikian, Patoppoi tidak menjelaskan lebih rinci, proyektil atau selongsong peluru pada korban siapa yang cocok dengan senpi milik AM.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved