Uniknya Tradisi Mandi Safar di Sampit

Ritual Pakai Daun 'Sakti' di Tradisi Mandi Safar Sungai Mentaya, Jadi Penangkal Ini

Ada hal unik dalam tradisi mandi safar di Sampit ini, karena ada hal yang ghaib yang dipercaya sebagian masyarakat tentang penggunaan daun

Ritual Pakai Daun 'Sakti' di Tradisi Mandi Safar Sungai Mentaya, Jadi Penangkal Ini
Tribunkalteng.com/ Faturahman
Mandi safar di Sungai Mentaya Sampit. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Menceburkan diri ke Sungai Mentaya sebagai tradisi mandi safar yang dilakukan sebagian warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sudah belangsung sejak puluhan tahun silam.

Tradisi mandi safar ini awalnya hanya diikuti sedikit orang saja yang bermukim di bantaran Sungai Mentaya, Sampit. Namun seiring perjalanan waktu, makin banyak warga masyarakat Kotim yang mengikuti sehingga akhirnya sampai sekarang makin ramai dalam perayaannya.

Ada hal unik dalam tradisi mandi safar di Sampit ini, karena ada hal yang ghaib yang dipercaya sebagian masyarakat tentang penggunaan daun sawang yang biasanya tumbuh di kompleks perkuburan muslim untuk dibawa untuk mandi safar.

Ribuan Warga Kotim, ikuti ritual Mandi Safar di Sungai Mentaya.
Ribuan Warga Kotim, ikuti ritual Mandi Safar di Sungai Mentaya. (Tribunkalteng.com/ Faturahman)

Komentar Atta Halilintar Soal Skandal Ngamar dengan LA, Bebby Fey Cabut Laporan?

Alfin Lestaluhu Pemain Timnas U16 Meninggal, Ini Penyebab Wafatnya

Umumkan Kematian Abu Bakar al-Baghdadi, ISIS Sebut Penggantinya Sosok Menjanjikan Dunia Jihad

Daun sawang yang diambil dari pekuburan ini, sejak lama dipakai dan dipercaya para pemandi safar sebagai sarana untuk menjaga agar selama melakukan ritual tidak diganggu binatang buas yang ada di Sungai Mentaya.

Sehingga daun sawang tersebut sebelum dipakai dan diikat dibagian pinggang pemandi, terlebih dahulu di berikan razah merupakan bagian dari tulisan arab untuk menjaga agar binatang buas tidak mengganggu selama berenang.

"Biasanya memang kami pakai daun sawang ketika mandi safar, tetapi hanya sebagai upaya saja, karena tentu yang melindungi kami selama mandi safar adalah kekuasaan Allah yang menjauhkan dari serangan binatang buas di sungai," ujar Fajar salah seorang warga bantaran Sungai Mentaya.

(Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved