2012 Ditolak Masuk AS, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Kini Malah Diundang Berkunjung

Meski demikian, Dasco mengatakan, Prabowo belum bisa memenuhi undangan tersebut karena masih menata tugas-tugas di Kementerian Pertahanan.

2012 Ditolak Masuk AS, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Kini Malah Diundang Berkunjung
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Prabowo Subianto 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Sempat ditolak mendapatkan Visa AS pada 2012 lalu, Prabowo Subianto kini sudah tidak lagi dilarang masuk ke Amerika Serikat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, sejak menjadi Menteri Pertahanan RI, Prabowo diundang pihak Amerika Serikat berkunjung ke negara mereka.

"Sejak jadi Menhan ada beberapa dari negara yang kemudian bersilahturahim kepada Pak Prabowo, termasuk dari tim Amerika Serikat. Kemudian dalam silaturahmi itu juga menyampaikan undangan berkunjung," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (29/10/2019) seperti dilansir dari Kompas.com.

Meski demikian, Dasco mengatakan, Prabowo belum bisa memenuhi undangan tersebut karena masih menata tugas-tugas di Kementerian Pertahanan.

Suami PNS Menikah Lagi, Istri Pertama Sebar Undangan Turut Mengundang

Dituduh Curi Cincin, Gadis 16 Tahun Disiksa Dua Hari, Ini yang Terjadi Setelah Videonya Viral

Video Viral Pelajar SMA Suaranya Mirip Presiden Jokowi, Teman-temannya Sampai Ngakak

Sebuah laporan harian New York Times mengatakan, tahun 2000, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo Subianto yang pangkat terakhirnya di militer adalah letnan jenderal, untuk menghadiri wisuda anaknya di Boston.

Namun, pihak AS tidak pernah menjelaskan mengapa permohonan visa Prabowo ditolak.

Prabowo mengatakan kepada Reuters pada 2012 bahwa ia masih ditolak untuk mendapatkan visa AS karena tuduhan bahwa dirinya menghasut kerusuhan yang menewaskan ratusan orang setelah penggulingan Soeharto. Dia membantah telah melakukan kesalahan.

Penulis Haryanti Puspa Sari/Kompas.com

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved