Kabar Kalimantan

Napi Tewas Tergantung Seutas Tali Rapia, Polisi Curigai Kejanggalan Ini

Leher tergantung pada seutas tali rapia, Boong Min (46) ditemukan tewas di dalam toilet sel tahanan, Selasa (15/10/2019), pukul 06.00 WIB.

Napi Tewas Tergantung Seutas Tali Rapia, Polisi Curigai Kejanggalan Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HADI SUDIRMANSYAH
Boong Min (46), seorang Napi Lapas Kelas IIA Pontianak Tewas Gantung Diri di Toilet Penjara, Selasa (15/10/2019) pagi WIB. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUBU RAYA - Leher tergantung pada seutas tali rapia, Boong Min (46) ditemukan tewas di dalam toilet sel tahanan, Selasa (15/10/2019), pukul 06.00 WIB.

Bong Min alias Amin bin Bong Kong Phin (45) merupakan warga binaan Lapas Klas IIA Pontianak kasus narkotika asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).

Bong Min divonis 8 tahun dan dijadwalkan bebas usai menjalani masa tahanan sisa 3 tahun 3 bulan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh sesama warga binaan yang menghuni blok B5.

"Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dalam toilet dengan seutas tali plastik atau rafia warna abu-abu yang dikaitkan dengan sebuah paku," kata Rully, Selasa siang.

Siswa SMP Bunuh Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat, Sebut Dendam Terhadap Ayah Karena Bunuh Ibu

Mengaku Rindu, Nasir Bongkar Makam Ibunya Lalu Inapkan Jasad Sang Ibu di Rumah

Kesalahan yang Banyak Terjadi pada Pendaftaran CPNS 2018, Jangan Terulang di Penerimaan CPNS 2019

Rully menuturkan, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan menggunakan baju kaos warna abu-abu dan celana pendek loreng.

"Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Sudarso Pontianak untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian korban," ucap dia.

Ditemukan kejanggalan

Rully menerangkan, kematian Boong Min terdapat sejumlah kejanggalan. Dia menyebut, saat ditemukan, di tubuh korban tidak ditemukan ciri-ciri orang yang tewas gantung diri.

Seperti misalnya, lidah yang tidak menjulur dan posisi kaki korban yang menapak ke lantai toilet.

Menurut dia, dari hasil analisa awal, tidak menutup kemungkinan korban meninggal dunia akibat pembunuhan yang dilakukan oleh sesama penghuni lapas.

"Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi," ujar dia. Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved