Kabar Palangkaraya

Tak Lagi Viral, Pengiriman Bajakah Lewat Jasa Ekspedisi Mulai Longgar

Meski akar bajakah masih terlihat dijual di pinggiran jalan di Palangkaraya, Sampit dan sekitarnya, warga Kalteng tidak lagi marak mendapatkan akar li

Tak Lagi Viral, Pengiriman Bajakah Lewat Jasa Ekspedisi Mulai Longgar
Tribunkalteng.com/faturahman
Akar bajakah banyak diperjualbelikan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Para penderita kanker masih mengharapkan sembuh dengan mengomsumsi obat herbal dari akar pohon liar Bajakah yang selama ini dikenal banyak tumbuh di hutan Kalimantan Tengah.

Meski akar bajakah masih terlihat dijual di pinggiran jalan di Palangkaraya, Sampit dan sekitarnya, warga Kalteng tidak lagi marak mendapatkan akar liar tersebut.

Ini tidak seperti beberapa waktu lalu, di saat ramainya orang berburu bajakah ketika viral di media sosial.

Meski begitu, bajakah ternyata masih banyak dicari oleh penderita kanker yang ada di luar Kalteng, yang masih mengharapkan kesembuhan dengan mengonsumsi air rebusan akar bajakah.

Penderita kanker cukup banyak yang memesan akar pohon tersebut kepada rekan atau saudaranya yang ada di Kalteng.

Mirip Bajakah, Akar Kuning Jadi Obat Penyakit Liver dan Obat Antimalaria

Dulu Digugat Anak Rp 1,8 Milar, Kini Nenek Amih Dilaporkan Menantunya dengan UU ITE

20 Tahun Jadi Korban Nafsu Ayah Anak Kandung, Wanita Ini Melahirkan 6 Bayi

"Kami berharap penyakit kanker bisa sembuh, makanya kami rutin dapat kiriman dari saudara di Sampit," ujar Lukman, salah satu pemesan dari Cirebon.

Sementara itu, pengiriman herbal Bajakah lewat jasa ekspedisi sudah mulai longgar.

Pengirimanya pun tidak banyak, akar yang dikirim sudah dalam bentuk racikan, bahkan ada yang berupa bubuk atau serat.

Sementara itu, Pemprov Kalteng, Senin (14/10/2019) kembali membahas soal regulasi bajakah, agar akar kayu yang tumbuh di hutan Kalimantan Tengah tersebut tidak habis diambil pihak-pihak tertentu untuk bisnis maupun untuk penyembuhan.

"Hari ini kita kembali membahas tentang bajakah, dengan beberapa pihak di Lingkungan Pemprov Kalteng dan juga ada beberapa peneliti, karena bajakah ini ternyata juga dibahas oleh pihak Balai POM Pusat untuk penelitian selanjutnya," ujar Staf Ahli Gubernur Kalteng, Endang Kusriatun.

Akar Bajakah hingga saat ini masih banyak digunakan warga untuk pengobatan selain itu juga sebagian lainnya malah memperdagangkannya, meski tidak dalam jumlah besar

Kayu tersebut juga masih ada yang dikirim ke luar Kalteng.

Endang Kusriatun, mengharapkan ada penelitian komprehensip terkait akar bajakah dan akan ditetapkan soal paten akar kayu tersebut.

"Kita terus berupaya untuk melakukan penelitian lanjutannya," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved