Breaking News:

Topan Hagibis Ancam Jepang, Waspada Dampak Ini yang Akan Terjadi di Wilayah Indonesia

Media sosial Twitter ramai membicarakan tagar SaveJapan seiring ancaman Badai Topan dashyat mendekati Jepang.

Reuters
Ilustrasi - Typhoon Hagibis ancam Jepang 

Kepala Sub Bidang Iklim dan Cuaca BMKG Agie Wandala mengatakan, Typhoon Hagibis ini merupakan Siklon Tropis yang saat ini terjadi di belahan bumi utara.

"(Lokasinya) cukup jauh dari Indonesia, sehingga dampaknya adalah dampak tidak langsung," ujar Agie saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, Siklon Tropis merupakan Badai atau Topan dengan kekuatan radius rata-rata mencapai 150-200 km.

Ia menjelaskan, Siklon Tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat dengan suhu 26,5 derajat celsius.

"Secara teknis, Siklon Tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan darah rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dan kecepatan angin maksimum setidaknya 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam," ujar Agie.

Sementara itu, kadangkala di pusat Siklon Tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut mata siklon.

Mata siklon ini memiliki diameter yang bervariasi, yakni 10-100 km.

Tak hanya itu, mata siklon ini dikelilingi dengan dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km di mana wilayah ini terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

Adapun masa hidup suatu Siklon Tropis rata-rata berkisar 3-18 hari, sebab energi siklon didapat dari lautan hangat.

"Oleh karena itu, Siklon Tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan," ujar Agie.

Agie menambahkan bahwa Siklon Tropis dikenal dengan berbagai istilah di berbagai negara, yakni "Badai Tropis" atau "Typhoon" atau "Topan" jika fenomena itu terbentuk di Samudra Pasifik Barat.

Kemudian, penamaan istilah "siklon" atau "cyclone" jika fenomena itu terbentuk di sekitar India atau Australia, dan sebutan "hurricane" jika terbentuk di Samudra Atlantik.

5. Kecepatan Angin

c
Kecepatan angin (ilustrasi)

Selain itu, ketika Siklon Tropis terbentuk para peneliti mengamati tentang kecepatan angin maksimum, yakni angin permukaan yang rata-rata pada 10 menit tertinggi terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon.

"Angin dengan kecepatan tertinggi ini biasanya terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata," ujar Agie.

Adapun pola angin di wilayah Indonesia utara umumnya dari Tenggara-Barat Daya dan memiliki kecepatan 3-20 knot.

Sementara, di wilayah selatan Indonesia, dari Timur-Tenggara memiliki kecepatan 4-20 knot.

Diketahui, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Arafuru, dan perairan Rajaampat-Sorong.

Tingginya kecepatan angin ini dapat mengakibatkan peningkatan ketinggian gelombang di sekitar wilayah tersebut.

6. Gelombang Tinggi

c
Gelombang Tinggi

Tak hanya itu, berdasarkan hasil pantauan BMKG terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang akan dilanda gelombang setinggi 1,25-2,5 meter, yakni perairan Utara Sabang, perairan Sabang–Banda Aceh, dan perairan Barat Aceh.

Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera.

Selat Sunda Bagian Selatan, perairan Selatan P. Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Sumba Bagian Barat, dan Laut Sawu.

Kemudian, wilayah lainnya, yakni Perairan Selatan P.Sawu–Rotte, Laut Timor Selatan NTT, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Kepulauan Sangihe–Kep Talaud.

Laut Maluku Bagian Utara, perairan Halmahera Barat Bagian Utara, perairan Morotai Bagian Utara, Laut Halmahera, dan Samudera Pasifik Utara Halmahera.

Atas adanya informasi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Agie.(*)

(Kompas.com/Nur Rohmi Aida/Retia Kartika Dewi)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved