Istri 'Hujat' Wiranto, Anggota TNI AU Dicopot dan Ditahan

postingan FS yang berisi doa tak pantas untuk Wiranto. Komentar FS tersebut mengomentari insiden penusukan terhadap Wiranto di Pandeglang.

Istri 'Hujat' Wiranto, Anggota TNI AU Dicopot dan Ditahan
tribunkalteng.com/kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Istri mengunggah konten negatif terkait insiden penikaman Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Peltu YNS, seorang anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya, mendapat peringatan keras berupa pencopotan dari jabatan dan ditahan, Jumat (12/10/2019).

Peltu YNS dianggap melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Penyebabnya, FS, yang merupakan istri Peltu YNS, memposting pesan bernada hujatan di media sosial kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Wiranto.

Sebelumnya, Kolonel HS dan Sersan Z dihukum lantaran konten negatif yang juga dinilai mendiskreditkan.

Situs resmi TNI AU di tni.au.mil.id, menampilkan postingan FS yang berisi doa tak pantas untuk Wiranto. Komentar FS tersebut mengomentari insiden penusukan terhadap Wiranto di Pandeglang.

Motif Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto, Ini 5 Fakta Peristiwa Wiranto Diserang

Pesta Pernikahan Meriah dengan Modal Rp 5,5 Juta, Begini Ekspresi Tamu saat Foto Bareng

Prancis Menang, Inggris Kalah dan Gol Cristiano Ronaldo untuk Portugal, Hasil Kualifikasi Euro 2020

"Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara," demikian situs TNI AU memberikan argumen.

KBT yang kedapatan melanggar, demikian rilis tersebut, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

FS dianggap menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbon negara, dengan cara mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian.

Pesan tersebut ditujukan kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (Facebook).

"Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi," demikian dalam siaran pers TNI AU.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved