Perburuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya, Perhiasan Emas Bersejarah Dijual Lalu Dilebur

Heboh harta karun Kerajaan Sriwijaya yang terdapat di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membuat banyak warga berbondong-bondong untuk melak

Perburuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya, Perhiasan Emas Bersejarah Dijual Lalu Dilebur
TRIBUNSUMSEL.COM/NANDO ZEIN
Benda diduga cagar budaya terbuat dari emas ditemukan warga di lahan gambut terbakar di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALEMBANG - Heboh harta karun Kerajaan Sriwijaya yang terdapat di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membuat banyak warga berbondong-bondong untuk melakukan pencarian.

Dari sejumlah harta karun yang diyakini peninggalan Kerajaan Sriwijaya itu, antara lain ditemukan cincin, manik-manik, hingga lempengan yang terbuat dari logam mulia, emas.

Menurut arkeolog, temuan itu memiliki nilai sejarah tinggi karena usianya bisa jadi sebelum masa ada.
Hingga kini harta karun tersebut masih diburu oleh masyarakat Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal ogan Komering Ulu (OKI), Sumatera Selatan.

 
Perburuan Harta Karun masih Belanjut Gaeesss... Lokasi : Muara Desa Pelimbangan Kec. Cengal OKI .
.
.
.
#wangkitenian
#hartakarun
#kerajaansriwijaya
#cengal
#OKI

Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan dari Lahan Karhutla, 1 Meter Bisa Dapatkan Emas

Liga Inggris - Roberto Firmino dan Sadio Mane Disebut Pilar Utama Liverpool Geser Manchester City

Tak Bisa Perpanjang SIM sampai Paspor, Ini Sanksi Bagi Penunggak Iuran BPJS

v
Perhiasan emas motif ikan ditemukan masyarakat di Kecamatan cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, pada bulan September 2019 silam. (tribunsumsel.com/nando)

Warga OKI Berbondong-Bondong Buru Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lahan Bekas Kahutla

Diberitakan sebelumnya, warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berbondong-bondong memburu harta karun di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan.

Harta karun yang diyakini peninggalan Kerajaan Sriwijaya itu berupa cincin, manik-manik, hingga lempengan yang terbuat dari logam mulia, emas.

Menurut arkeolog, temuan itu memiliki nilai sejarah tinggi karena usianya bisa jadi sebelum masa Kerajaan Sriwijaya ada.

Tapi masyarakat pemburu harta karun, memilih untuk menjualnya ke toko emas demi mendapatkan uang kontan. 

"Mata rantai ilmu pengetahuan itu bisa tidak nyambung. Putus," kata Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Budi Wiyana, Minggu (6/10/2019).

c
Warga Desa Ulak Gerondong, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir yang menyatakan jika masyarakat setiap harinya menggantungkan penghasilan dari mencari harta karun peninggalan, di lokasi dusun 4 talang petai. Posisi tepatnya di kanal 12, Senin (7/10/2019). (tribunsumsel.com/nando)
Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved