Besaran Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Warga Miskin Tetap DIbayarkan Pemerintah

Rencana menaikkan iuran peserta BPJS mulai awal 2020 dilakukan pemerintah karena dianggap paling tepat untuk mengatasi permasalahan defisit keuangan B

Besaran Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Warga Miskin Tetap DIbayarkan Pemerintah
net
Logo BPJS Kesehatan 

TRIBUNKALTENG.COM - Rencana menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan mulai awal 2020 dilakukan pemerintah karena dianggap paling tepat untuk mengatasi permasalahan defisit keuangan BPJS Kesehatan.

Pada 2018 lalu, defisit keuangan lembaga tersebut mencapai Rp 18,3 triliun.

Bahkan, di tahun ini defisit keuangan BPJS Kesehatan diperkirakan membengkak menjadi Rp 32 triliun.

Diharapkan, dengan kenaikan iuran tersebut pemerintah tak perlu lagi menyuntikan dana ke BPJS Kesehatan.

Saat ini, untuk peserta kelas III dikenakan iuran Rp 25.500 per bulannya. Jika dinaikkan, maka peserta harus membayar Rp 42.000.

Lalu, untuk peserta kelas II saat ini dikenakan iuran sebesar Rp 51.000 per bulannya.

Fakta di Balik Usulan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Mulai dari Besaran hingga Berlaku 2020

Detik-detik Cita Citata Dimaki Gila Saat di Istora Senayan, Ini Videonya

Bermain Imbang di Stadion Tuah Pahoe, Ini Klasemen Liga 1 2019 Kalteng Putra dan Barito Putera

Setelah dinaikkan, peserta harus membayar Rp 110.000.

Selanjutnya, bagi peserta kelas I saat ini harus merogoh kocek Rp 80.000 per bulannya.

Nantinya, iuran tersebut akan naik menjadi Rp 160.000 per bulannya.

Rencana kenaikan ini pun mendapat penolakan dari masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved