Breaking News:

Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan dari Lahan Karhutla, 1 Meter Bisa Dapatkan Emas

Terpendam selama ratusan tahun, berbagai macam benda seperti manik-manik bahkan emas yang diduga berasal dari Kerajaan Sriwijaya bermunculan.

Sripoku. com /Yandi Triansyah
Ilustrasi - Anak tangga kuno zaman Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di sekitaran proyek Jembatan Musi IV, Kamis (13/9/2018) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALEMBANG - Terpendam selama ratusan tahun, berbagai macam benda seperti manik-manik bahkan emas yang diduga berasal dari Kerajaan Sriwijaya bermunculan.

Bermunculannya berbagai benda perhiasan tersebut berlangsung pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Serdang, Desa Mara Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Keadaan ini membuat warga berbondong-bondong untuk melakukan penggalian secara ilegal, mencari barang berharga lainnya tertutama yang terbuat dari emas.

Hanya menggali dengan kedalaman sekitar 1 meter, warga sudah bisa menemukan perhiasan berupa cincin yang mengandung emas di lokasi tersebut.

Arkelog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti mengatakan, fenomena perburuan harta karun tersebut telah berlangsung sejak kurun waktu satu bulan terakhir.

Viral Video Budayawan Ridwan Saidi Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif, Arkeolog Ini Anggap Lelucon

Pria Ini Cekik Istrinya yang Tengah Tidur Pulas, Gara-gara Sering Dengar Istri Telpon Pria Lain

Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Kota Ini di Pulau Jawa, Catat Tanggal dan Waktunya!

Berbagai macam benda bersejarah yang selama ini terpendam di dalam lahan gambut muncul ke permukaan karena lokasi tersebut terbakar.  

Lahan gambut pun menjadi tolak ukur peristiwa sejarah yang bisa dirangkai untuk mencari tahu jejak kerajaan Sriwijaya.

Semakin dalam gambut maka akan semakin lama pula nilai sejarah benda atau perhiasan yang ditemukan.

"Semua perhiasan yang ditemukan warga tersebut berada di dalam gambut. Artinya kemungkinan itu peninggalan dari Sriwijaya, tapi perlu penelitian. Tapi masalahnya, barang tersebut telah banyak dijual warga sehingga menyulitkan kita," kata Retno, Jumat (4/10/2019).

Gambut di OKI telah berusia 3.000 tahun

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved