Kalteng Kita

Para Aktivis Kalteng Bicara Refleksi Kebangsaan dan Keragaman, Rawan Aksi Atas Nama Rakyat

Banyak narasi yang belakangan mengiring pada upaya mere-orientasi bahkan mempertanyakan kembali falsafah bernegara Indonesia

Para Aktivis Kalteng Bicara Refleksi Kebangsaan dan Keragaman,  Rawan Aksi Atas Nama Rakyat
Istimewa
Para aktivis Kalteng berkumpul bicara soal refleksi kebangsaan dan keberagaman di Palangkaraya, Kamis (3/10/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Banyak narasi yang belakangan mengiring pada upaya mere-orientasi bahkan mempertanyakan kembali falsafah bernegara Indonesia yaitu Pancasila, menggugah sejumlah aktifis untuk bertemu.

Nasarasi semacama ini pun dianggap sudah berada pada taraf mencoba mengganggu kebangsaan dan kebhinekaan yang multi etnik atau suku dan multi agama.

Parahnya, itu juga dapat membenturkan semangat nasionalisme dan agama, munculnya konflik SARA, aksi kekerasan jalanan, dan lainnya.

Isu aktual ini pula yang mendorong Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kalimantan Tengah (Kalteng), Komcab Pemuda Katolik Palangkaraya, beserta puluhan aktivis perwakilan dari organisasi pemuda dan mahasiswa menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Palangkaraya, Kamis (3/10/2019).

VIRAL Nyanyian Gelandangan Bak Penyanyi Opera, Emily Zamourka Jadi Terkenal Setelah Diekspose Polisi

Zodiak Hari Ini Pisces Ada Kontroversi, Ramalan Zodiak Besok Sabtu 5 Oktober 2019, Tepuk Tangan Leo

Lakpesdam Kalteng Dorong Tokoh NU Maju di Bursa Cagub dan Cawagub

Viral Joget Entah Apa yang Merasukimu di Depan Dekan Saat Diwisuda, Ternyata Begini Alasannya

Sembuhkan Kelenjar Getah Bening Tanpa Obat Kimia, Ini Cara Alami Atasi Bengkak di Leher

“Maraknya narasi-narasi yang sepertinya sengaja diciptakan menggiring untuk mere-orientasi bahkan pada taraf mencoba mengganggu kebangsaan kita, NKRI kita, bahkan juga mempertanyakan Pancasila sebagai dasar bernegara kita. Inilah yang mendorong kita FGD, sebagai telaah kritis dan sarana merespons isu aktual,” terang Ketua Lakpesdam Kalteng, M Roziqin.

Fakta dan realita keberagaman Indonesia dalam multiaspek ini tentu saja sudah sepatutnya untuk terus dijaga dan dipelihara oleh semua entitas bangsa.

Mengapa demikian? sebab di balik keragaman tersebut sesungguhnya juga mengandung potensi konflik yang bisa muncul kapan saja dan di mana saja dengan motif apa saja, terutama ketika konflik diciptakan karena kepentingan politik tertentu.

“Maka untuk merespons fenomena kebangsaan dan keberagaman yang sedang diuji sekarang ini, kita coba melakukan diskusi dengan berbagai sudut pandang aktivis organisasi dari berbagai latar belakang, pada siang hingga sore hari ini,” tandasnya.

Diskusi santai mengangkat tema ‘Refleksi Kebangsaan dan Keberagaman Kita’ di Rollas Cafe bilangan jalan Antang ini, diikuti berbagai organisasi dengan beragam latar belakang, baik kepemudaan, ormas keagamaan, kesukuan, dan kemahasiswaan.

Mereka berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalteng, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kalteng, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalteng, Fordayak Kalteng, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Kalteng, Pemuda Pancasila (PP) Kalteng, BM PAN Palangkaraya/Anggota DPRD Kota Palangkaraya, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Kalteng, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalteng serta akademisi/praktisi.

Halaman
12
Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved