Kalteng Kita

Harga Ganti Rugi Lahan Belum Disepakati, Proyek Jalan Layang Bukitrawi Kalteng Dijaga Polisi

Pantuan di lokasi, pembangunan jalan layang tersebut, proyek tetap dilanjutkan, namun dengan penjagaan polisi, karena masih ada protes dari pemilik la

Harga Ganti Rugi Lahan Belum Disepakati, Proyek Jalan Layang Bukitrawi Kalteng Dijaga Polisi
tRIBUNKALTENG.COM/FATURAHMAN
Proyek Jalan Layang Bukitrawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulangpisau, Kalteng, hingga, Kamis (3/10/2019) masih berjalan, namun dijaga petugas. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Upaya mediasi untuk menyelesaikan masalah harga ganti rugi lahan untuk proyek puluhan miliaran pembangunan Jalan Layang (Pile Slab) Desa Bukitrawi Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulangpisau, hingga, Kamis (3/10/2019) belum juga bisa dituntaskan.

Pantuan di lokasi, pembangunan jalan layang tersebut, proyek tetap dilanjutkan, namun dengan penjagaan polisi, karena masih ada protes dari pemilik lahan yang merasa tidak puas dengan harga ganti rugi lahan yang dinilai masih rendah, karena pemerintah dinilai sepihak dalam menentukan harga ganti rugi lahan milik warga yang dibangun Jalan Layang.

Meski begitu, lalulintas kendaraan masih lancar lewat di TKP, meski sejumlah polisi disiagakan di lokasi pembangunan proyek Jalan Layang Trans Kalimangan Poros Tengah yang menghubungkan Palangkaraya, ke Pulangpisau, Kuala Kapuas, Bartim, Barsel, Barut, Murungraya, Gunungmas hingga Kalsel, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dinas PUPR, tim dan Warga Masyarakat pemilik lahan bersertifikat di lokasi tersebut sudah dipertemukan untuk berunding dengan Tim Appraisal (penaksiran harga) untuk ganti rugi lahan yang terkena Proyek Multiyeras pembangunan jalan layang tersebut, namun menemui jalan buntu.

Hari Indah Cancer di Ramalan Zodiak Besok Jumat 4 Oktober 2019, Hari Ini Keberuntungan Pisces, Leo?

Pembangunan Jalan Layang Bukit Rawi Ditarget Rampung 2021, Bakal Tak Lagi Terendam

Keutamaan Bulan Safar 1441 H, Perbanyak Pahala Dengan 7 Amalan Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Dilaporkan Jual Obat Terlarang, Polisi Barut Temukan Ini di Rumah Dayah dan Rahman

Warga pemilik lahan yang jumlahnya mencapai ratusan orang tetap menghendaki agar harga ganti rugi lahan dinaikkan dari yang ditetapkan sepihak oleh Tim Pemprov Kalteng sebesar Rp29 ribu permeterkuadrat menjadi Rp100 ribu permeterkuadrat, karena akibat pembangunan itu, sisa lahan warga menjadi tidak bisa dimanfaatkan.

"Kami tetap meminta harga ganti rugi lahan dinaikkan, tidak bisa hanya ditetapkan sepihak dengan harga Rp29 ribu, dan tidak ada NJOP dalam hal ini, karena berdasarkan aturan adalah berdasarkan kesepakatan para pihak, kami ingin Rp100 ribu permeterkuadrat, karena kami memiliki sertifikat resmi dan ketika sebagian lahan kami diambil sisanya menjadi tidak produktif,"ujar Jonedi, juru bicara warga.

Musyawarah dilakukan di Kantor Desa Tanjung Sangalang, Selasa (2/10/2019), kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng H. Shalahuddin mengungkapkan, pembangunan Pile Slab tersebut dimaksudkan untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang kerap terjadi dari tahun ke tahun, diantaranya yaitu terendamnya badan jalan akibat banjir pada musim penghujan dan berdampak pada kerusakan badan jalan.

“Seperti yang kita tahu, ruas jalan Trans Bukitrawi yang menghubungkan beberapa wilayah ini selalu terendam banjir ketika musim penghujan, yang akhirnya berdampak pada kerusakan jalan. Oleh karena itu, salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan dibangunnya Pile Slab, bahkan apabila sudah terendam banjir, ruas jalan tersebut tidak bisa dilewati dan mengambat transportasi,” ujar Shalahuddin.

Shalahuddin juga menegaskan pokok permasalahan yang dibahas pada musyawarah tersebut adalah penetapan harga ganti rugi lahan milik masyarakat yang dipatok pada harga 29 Ribu Rupiah permeter kuadrat sesuai dengan ketetapan Tim Appraisal. Namun penetapan harga tersebut berbuntut pada penolakan masyarakat selaku pemilik lahan yang menuntut harga 100 Ribu Rupiah permeter kuadrat.

(Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved