Kabar Unik

Mahasiswa di Thailand Pakai Helm saat Ujian, Fotonya Viral, Ternyata Begini Cerita Sebenarnya!

Kemunculan foto yang memperlihatkan mahasiswa mengenakan helm pada hari ujian, viral di media sosial di kalangan warganet Thailand.

Mahasiswa di Thailand Pakai Helm saat Ujian, Fotonya Viral, Ternyata Begini Cerita Sebenarnya!
Facebook
Mahasiswa pakai helm di dalam kelas. 

TRIBUNKALTENG.COM - Kemunculan foto yang memperlihatkan mahasiswa mengenakan helm pada hari ujian, viral di media sosial di kalangan warganet Thailand.

Foto-foto itu diunggah di media sosial Facebook oleh Malee Kawsanthia pada Kamis (26/9/2019), yang kemudian viral di media sosial menunjukkan mahasiswa Universitas Teknologi Rajamala sedang mengerjakan ujian di aula dengan menggunakan helm.

Pada beberapa foto yang beredar disebutkan bahwa alasan mereka mengenakan pelindung kepala, agar tidak saling contek saat mengerjakan soal.

Namun ternyata bukan mencontek alasan sebenarnya para mahasiswa disuruh mengenakan helm, melainkan untuk uji coba.

Viral Kisah Calon Mempelai Wanita Hamil Duluan dengan 3 Pria, Siapa Ayahnya?

Atta Halilintar Sebut Kejanggalan Tuduhan Bebby Fey Soal Pelecehan

Melawan Pakai Parang, Terduga Teroris di Salatiga Ditembak

Dilansir oleh Daily News Online, gambar tersebut menimbulkan banyak asumsi dan kritik dari netizen.

c
Mahasiswa universitas di Thailand pakai helm di kelas. (Facebook)

Menanggapi keributan yang disebabkan foto-foto itu, Departemen Teknologi Pertanian kampus, mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

“Para siswa adalah bagian dari kampanye "100% Helm AIT RMUTI", di mana para siswa didorong untuk mengenakan helm ketika mengendarai sepeda untuk tujuan keselamatan karena para siswa hampir tidak memakainya,” ucap perwakilan sekolah.

Tidak seperti yang dipikiran warganet, mereka hanya memakai helm selama 15 menit, sebelum tes dimulai.

Universitas juga menambahkan bahwa para siswa memiliki bagian dari tanggung jawab mereka pada kampanye keselamatan itu dengan memberikan kerja sama penuh mereka.

 “Kami hidup dalam masyarakat yang fokus pada persatuan. Berbeda tetapi tidak terpecah. Kita harus tahu di mana kewajiban kita berada dan apa yang harus kita lakukan. Kami mohon maaf atas kesalahpahaman ini. "

Namun, warganet terlanjut berpikir lain dan memberikan komentar bernada geli.

(cr12/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved