Kalteng Kita

Pemprov Kalteng Perpanjang Libur Sekolah, Siswa Dibebani PR Berbasis IT

Pemprov Kalteng kembali mengeluarkan kebijakan meliburkan aktivitas pembelajaran sekolah di Kota Palangkaraya dan Sampit, menyusul kabut asap yang mas

Pemprov Kalteng Perpanjang Libur Sekolah, Siswa Dibebani PR Berbasis IT
tribunkalteng.co/fathurahman
Kebakaran lahan berdampak memunculkan kabut asap, seperti di jalan trans kalimantan arah Palangkaraya-Kasongan, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemprov Kalteng kembali mengeluarkan kebijakan meliburkan aktivitas pembelajaran sekolah di Kota Palangkaraya dan Sampit, menyusul kabut asap yang masih terjadi.

Kebijakan ini dikeluarkan Sekda Kalteng dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Kepala SMA/SMK/SLB se- Kalteng perihal Perpanjangan Libur Sekolah Akibat Terpengaruh Kabut Asap Bagi Peserta Didik.

Dalam surat tersebut, libur sekolah diperpanjang sastu minggu, terhitung sejak 23 sampai 30 September 2019.

"Selama libur sekolah, peserta didik agar diberikan tugas pekerjaan rumah sesuai dengan materi kurikulum yang dapat dipelajari di rumah dengan memanfaatkan fasilitas IT pada konten 'Rumah Belajar' Kemendikbud," ujar Sekda Kalteng Fakhrizal Fitri dalam surat tertanggal 20 September 2019 tersebut.

Kabut Asap Parah, Siswa Madrasah di Palangkaraya Libur Seminggu

Bandar Narkoba Ditembak di Kepala oleh Polisi, Sang Istri Histeris, Mobil Terperosok ke Parit

Zodiak Hari Ini Senin 23 September 2019: Aries Bingung, Gemini Optimis, Ada Apa dengan Libra?

Sebelumnya, Pemprov Kalteng telah meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Selain pada tingkat SLTA, kebijakan ini juga ditindaklanjuti beberapa Pemkab/Pemko yang daerahnya terpapar kabut asap dengan meliburkan siswa TK, SD, dan SMP.

Pemprov Kalteng sendiri beberapa hari lalu telah meningkatkan Status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan menjadi Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.

Itu dilakukan karena kondisi kebakaran hutan dan lahan yang cukup sporadis dan kualitas udara beberapa kota Seperti Sampit dan Palangkaraya sempat berada pada level berbahaya.

"Bagi SMA/SMK/SLB di kabupaten yang tidak libur tapi terpapar asap yang tidak berbahaya agar tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan mengatur durasi jam waktu belajar," sebut Fakhrizal. (Tribunkalteng.com/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved