Dugaan Sumur Bor Fiktif

Dugaan Sumur Bor Fiktif, Gubernur Kalteng: Jika Tak Terbukti, Kejari Harus Minta Maaf

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, Senin (23/9/2019) mengatakan, karena kasus ini sudah diekspose, dia meminta pihak kejaksaan untuk menuntaskan kas

Dugaan Sumur Bor Fiktif, Gubernur Kalteng: Jika Tak Terbukti, Kejari Harus Minta Maaf
Istimewa
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, menyoroti penggeledahan dan penyitaan peralatan pemadam kebakaran proyek Badan Restorasi Gambut (BRG) di tiga Kantor Pemerintah di Provinsi Kalteng dan Pemko Palangkaraya yang diduga dikorupsi.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, Senin (23/9/2019) mengatakan, karena kasus ini sudah diekspose, dia meminta pihak kejaksaan untuk menuntaskan kasus tersebut, dan mempersilakan kejari menjalankan tugasnya.

Namun jika ternyata akhirnya tidak terbukti, kejari harus minta maaf.

"Kami persilakan saja, mereka bekerja, meskipun saya kaget, yang menggeledah bukan dari Kejati tapi kejaksaan negeri. Tapi saya hormati saja, kami meminta ini dituntaskan, silakan. Tapi, jika ternyata tidak benar Kejari harus minta maaf. Sebaliknya jika benar ada indikasi korupsi pejabat yang terkait akan diberikan sanksi," ujarnya.

Tak Berfungsi Saat Pemadaman Karhutla, Sumur Bor di Sejumlah Kabupaten Kalteng Bakal Diperiksa

Pemprov Kalteng Perpanjang Libur Sekolah, Siswa Dibebani PR Berbasis IT

Viral Video Sang Mantan Dikeroyok di Depan Pengantin, Ternyata Ini yang Terjadi

Tiga kantor yang digeledah tersebut antara lain, Kantor Kelurahan Bukittunggal Palangkaraya, dan Kantor tim restorasi gambut daerah (TRGD) yang ada di Palangkaraya dan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng.

Petugas Kejaksaan Negeri Palangkaraya, bahkan menyita sejumlah peralatan untuk pemadaman lahan milik TRGD.

Kasi Intel Kejari Palangkaraya Mahdi Suryanto, mengatakan, pihaknya juga telah melakukan penyitaan dokumen penting terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan infrastruktur untuk pembasahan lahan gambut, berupa laporan pertanggungjawaban, keuangan maupun regulasi yang berlaku.

Mahdi juga mengatakan, pihaknya juga menyita dua unit handphone milik PPK, kelengkapan mesin bor seperti pompa air dan pompa mesin untuk pembuatan sumur bor, selang dan alat untuk penyiraman air pada lahan gambut.

"Ini masih dalam tahap penyelidikan, masih mencari alat bukti untuk menentukan siapa yang menjadi tersangkanya. Ada dugaan tindak pidana juga bukti permulaan yang cukup, namun belum ditetapkan tersangkanya,nanti setelah pendalaman penyidikan," katanya.

Tribunkalteng.com /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved